Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulu Bebek Kering di Deli Serdang Laku Rp8 Ribu per Kilogram, Jadi Bahan Baku Bantal dan Guling

Mistar.idMinggu, 9 November 2025 07.00
journalist-avatar-top
HS
bulu_bebek_kering_di_deli_serdang_laku_rp8_ribu_per_kilogram_jadi_bahan_baku_bantal_dan_guling_

Bulu bebek dijemur hingga kering untuk dijadikan bahan baku bantal dan guling. (foto: sembiring/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Siapa sangka, bulu bebek yang biasanya dianggap limbah kini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, bulu bebek yang telah dikeringkan dijual seharga Rp8.000 per kilogram dan diminati pembeli sebagai bahan baku pembuatan bantal dan guling.

“Bulu bebek yang sudah dikeringkan bisa dijual Rp 8.000 per kilogram. Dalam sebulan saya bisa menjual sekitar 80 hingga 90 kilogram,” ujar Jumiati, warga Dusun Damai, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Sabtu (9/12/2025).

Menurut Jumiati, ia tidak kesulitan memperoleh bahan baku karena suaminya, Bejo, memiliki usaha pemotongan bebek peking. Dari kegiatan itu, ia memanfaatkan bulu hasil potongan untuk dijemur hingga kering sebelum dikumpulkan dan dijual.

“Kalau di Kecamatan Beringin, saya satu-satunya pengumpul bulu bebek kering untuk bahan bantal dan guling. Tapi di daerah lain juga ada, seperti Pantai Cermin dan Perbaungan di Kabupaten Serdang Bedagai,” katanya.

Jumiati menuturkan, bulu-bulu kering yang ia kumpulkan biasanya diangkut sebulan sekali oleh pembeli tetap dari Kota Medan. “Diangkut sebulan sekali. Pembelinya orang Medan yang mencari bahan untuk bantal dan guling,” ucapnya.

Ia mengaku, usaha pengumpulan bulu bebek ini membantu menambah penghasilan keluarga sekaligus mengurangi limbah dari kegiatan pemotongan unggas. “Lumayan untuk tambahan ekonomi keluarga, daripada bulu bebek terbuang percuma,” tuturnya. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN