Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut Perkuat Cadangan Pangan Jelang Hari Besar Keagamaan 2026

Mistar.idMinggu, 4 Januari 2026 11.39
AN
AA
bulog_sumut_perkuat_cadangan_pangan_jelang_hari_besar_keagamaan_2026

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto saat memberikan keterangan pada wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) terus bergerak cepat mengamankan stok pangan untuk menghadapi rangkaian hari besar keagamaan di awal tahun 2026, mulai dari Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.

Fokus utama Bulog saat ini adalah memastikan distribusi tetap berjalan lancar ke wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau atau terdampak kendala logistik.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa filosofi pangan tidak mengenal penundaan. Kebutuhan masyarakat harus dipenuhi saat ini juga, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Nias yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari daratan Sumatra.

“Karena Nias sempat terkendala pasokan dari wilayah Sibolga, kami pastikan pasokannya aman dengan mengirimkan 2.300 ton beras langsung dari Jakarta. Saat ini kapalnya sedang berlayar menuju Nias. Kami berusaha agar stok Bulog ada di semua tempat tanpa ada penundaan,” kata Budi, Minggu (4/1/2026).

Selain beras, Bulog Sumut juga mengonfirmasi ketersediaan stok daging beku untuk memenuhi kebutuhan pasar. Saat ini tercatat sekitar 240 ton daging beku tersimpan di gudang Bosfood, kawasan Gaperta Ujung, Medan.

Namun, Budi memberikan catatan bahwa stok daging tersebut dikelola secara komersial dan diperuntukkan bagi distributor serta sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe), bukan untuk transaksi langsung dengan pengecer kecil di pasar.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan stok bagi industri jasa boga yang permintaannya biasanya melonjak menjelang Imlek dan Ramadan.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi kelangkaan pasokan di kilang-kilang beras akibat gagal panen atau kendala cuaca, Bulog telah menyiapkan langkah antisipasi agar harga tidak melambung atau “sumbang”.

Strategi utama yang dijalankan adalah percepatan masuknya cadangan pangan dari luar daerah selama periode Januari hingga Februari 2026.

Dengan masuknya pasokan tambahan secara bertahap, Bulog optimistis dapat mengintervensi pasar sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan harga akibat menipisnya stok di penggilingan padi milik swasta.

“Filosofinya, kebutuhan pangan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda. Seluruh cadangan yang masuk akan kita gunakan sepenuhnya untuk menghadapi Imlek dan menjaga stabilitas hingga masa puasa dan Ramadan nanti,” ucap Budi. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN