Bulog Sumut Jamin Ketersediaan Beras Aman Sampai Ramadan Walau Panen Mundur

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kanwil Sumut memastikan stok beras aman sampai Ramadan 2026. Mengingat intensitas hujan yang terlalu tinggi di Sumut selama akhir 2025. Akibatnya, banyak sawah di dataran rendah yang sudah siap panen menjadi rusak.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan menyikapi masalah ini pihaknya telah membuat strategi agar stok di gudang Bulog memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Petani kita mulai menanam di bulan September dan Oktober. Seharusnya pada akhir Desember hingga Januari ini sudah banyak panen di Sumut dan Aceh. Namun, karena banjir bandang pada November lalu merusak sawah-sawah yang ada di dataran rendah, banyak tanaman yang sudah siap panen menjadi rusak," kata Budi kepada Mistar, Jumat (23/1/2026).
Kerusakan lahan tersebut memaksa petani menanam ulang. Akibatnya, jadwal panen yang seharusnya jatuh pada Januari 2026 diprediksi meleset cukup jauh.
"Prediksi saya, panen yang biasanya terjadi di periode Desember hingga Februari ini akan molor sampai ke April atau Mei mendatang. Karena itu, strategi utama kami memperkuat stok di gudang Bulog," ucapnya.
Untuk menambal celah kebutuhan masyarakat selama masa tunggu panen, Bulog Sumut saat ini mengelola stok dalam jumlah besar.
Berdasarkan data terbaru, ketahanan stok beras di Sumut berada pada level yang sangat aman, stok tersedia sebanyak 41.500 ton, yang masih dalam perjalanan 15.000 ton, dan rencana tambahan 25.000 ton. Serta total kesiapan 81.500 ton yang merupakan proyeksi hingga Mei 2026.
"Dengan total stok tersebut, ketersediaan beras kita sangat kuat untuk melewati momentum Imlek, Ramadan, Idul Fitri, hingga pasca Lebaran di bulan Mei nanti. Kami juga sedang menggenjot penyaluran beras SPHP dan berharap bantuan pangan periode Februari segera keluar agar masyarakat tetap memiliki akses beras murah," ujar Budi.
Mengenai penanganan pasca bencana, Budi melaporkan bahwa masa tanggap darurat telah berakhir pada 8 Januari lalu. Meski Badan Pangan Nasional (Bapanas) masih menyisakan jatah beras bantuan sebesar 1.405 ton untuk wilayah Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, dan Tapanuli Tengah, hingga kini stok tersebut belum terealisasi karena kondisi masyarakat yang telah membaik.
"Masyarakat di daerah terdampak sudah mulai beraktivitas kembali seperti biasa. Dampak kerawanan pangan akibat bencana kemarin sudah lewat. Fokus kami sekarang adalah menjaga stabilitas harga di pasar melalui stok yang melimpah ini," tuturnya. (hm20)






















