BI Pematangsiantar Dorong Digitalisasi Daerah Lewat HLM TP2DD Bersama Pemko Tanjungbalai

Penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai. (foto:ist/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi ekosistem keuangan digital di wilayah kerjanya. Langkah terbaru diwujudkan melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai.
Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat KPw BI Pematangsiantar pada Selasa (21/4/2026) sebagai wadah kolaborasi untuk memperluas implementasi transaksi digital di lingkungan pemerintah daerah.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai, H. Mahyaruddin Salim, dan dihadiri jajaran penting mulai dari Bank Sumut KC Tanjungbalai, RSUD Kota Tanjungbalai, hingga berbagai kepala dinas teknis di lingkungan Pemko Tanjungbalai.
Kepala KPw BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
“Digitalisasi transaksi pemerintah daerah berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Sistem pembayaran non-tunai mempermudah masyarakat membayar pajak dan retribusi, yang pada akhirnya meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” ujar Ahmadi kepada Mistar.id, Jumat (24/4/2026).
Dalam forum HLM tersebut, para pemangku kepentingan melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian digitalisasi yang telah berjalan.
Ahmadi memaparkan beberapa fokus strategi ke depan, di antaranya perluasan kanal pembayaran digital (QRIS dan sistem non-tunai lainnya), integrasi sistem antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peningkatan literasi digital masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui kemudahan akses pembayaran.
“Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas transaksi non-tunai dan mendukung penguatan kapasitas fiskal Kota Tanjungbalai. Bank Indonesia siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi infrastruktur sistem pembayaran maupun pendampingan teknis kepada pemerintah daerah,” tambahnya.
Melalui penguatan ekosistem ekonomi digital ini, BI Pematangsiantar optimistis pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tanjungbalai, akan semakin inklusif dan berkelanjutan.
BERITA TERPOPULER





















