Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bantah Isu Kelangkaan, Bulog Sumut Pastikan Stok Beras SPHP dan Minyakita Melimpah

Mistar.idSelasa, 23 Juni 2026 pukul 14.44 WIB
bantah_isu_kelangkaan_bulog_sumut_pastikan_stok_beras_sphp_dan_minyakita_melimpah

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasokan beras SPHP. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara (Sumut), Budi Cahyanto, membantah keras isu yang beredar terkait kelangkaan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Minyakita di pasar tradisional. Isu tersebut resmi terbantahkan setelah pihak Bulog melakukan pemantauan langsung ke rantai pasok hilir.

Budi menegaskan, seluruh pedagang tradisional yang telah resmi bermitra dengan korporasi dipastikan mendapatkan aliran distribusi logistik secara lancar, teratur, dan konstan tanpa adanya hambatan teknis.

Langkah intervensi yang diambil Bulog saat ini diklaim sangat kokoh guna meredam potensi gejolak harga pangan di tingkat konsumen harian, terutama di tengah masa pasca-panen raya (paceklik).

"Isu mengenai SPHP langka mungkin sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak lain yang ingin mengacaukan situasi psikologis pasar. Faktanya bisa dicek langsung di gudang dan pasar, stok kami sangat banyak. Saat ini stok beras aman melimpah di angka 56.000 ton, sementara Minyakita tersedia melimpah di kisaran 700.000 liter," ujarnya saat meninjau pasar tradisional Sukaramai, Selasa (23/6/2026).

Budi menjelaskan Bulog mengemban dua tugas utama pengamanan pangan, yaitu penyaluran gratis komoditas beras dan Minyakita yang didistribusikan langsung secara berkala hingga ke tingkat kelurahan.

Kemudian, penyaluran Beras SPHP ke tingkat pedagang pengecer guna menstabilkan harga eceran tertinggi (HET). Sesuai dengan regulasi penyesuaian terbaru, batas atas atau HET maksimal untuk tebusan Beras SPHP kemasan sak 5 kilogram dipatok sebesar Rp65.500.

Namun, dari hasil pengecekan riil di lapangan, persaingan harga di tingkat pedagang justru berada di bawah ketetapan resmi tersebut.

"Kami cek tadi harganya sangat aman dan sesuai ketentuan. Pedagang mitra rata-rata mengecer di harga Rp62.000 hingga Rp63.000 per sak, artinya di bawah HET. Kami mengimbau masyarakat untuk cermat bertanya dan memastikan membeli bahan pangan dari pengecer resmi Bulog untuk mendapat jaminan harga yang adil," ucapnya.

Kondisi pasokan yang melimpah ini dibenarkan Supartini, 52 tahun, salah seorang pedagang bahan pokok di pasar tradisional Kota Medan. Ia mengakui baik kiriman Beras SPHP maupun Minyakita berjalan tanpa kendala berarti dalam beberapa pekan terakhir.

"Selama ini pasokan lancar, tidak ada masalah sama sekali. Untuk Minyakita kami jual di harga Rp15.000 per liter, dan Beras SPHP kami lepas di kisaran Rp62.000 atau Rp63.000 per sak, tergantung dinamika harian," ujar Supartini.

Meski pasokan melimpah, Supartini mengeluhkan adanya tren penurunan omzet penjualan pada bulan Juni hingga Juli ini. Menurutnya, daya beli masyarakat untuk kebutuhan dapur sedikit melandai akibat faktor musiman.

"Pembeli agak sepi belakangan ini karena memasuki bulan Juni dan Juli, fokus pengeluaran rumah tangga orang tua bergeser untuk biaya pendaftaran anak masuk sekolah. Selain itu, kami juga terbebani dengan kenaikan harga kantong plastik kemasan yang naik dari Rp9.000 menjadi Rp15.000 per bungkus isi 50 lembar, itu cukup berpengaruh bagi margin keuntungan kami," tuturnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN