AQUA Menjawab Isu Pajak dan Lingkungan, Simak Fakta Lengkapnya

Ilustrasi produk Aqua. (foto:istock/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Produsen air minum kemasan AQUA memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial, termasuk penggunaan air dari sumur bor biasa, isu pajak, SIPA, dampak lingkungan, dan kontribusi sosial perusahaan.
AQUA menegaskan bahwa air yang digunakan berasal dari sumber air pegunungan, bukan air permukaan atau sumur dangkal, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai regulasi.
Sebagai pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, AQUA menekankan pentingnya transparansi dan edukasi publik agar masyarakat tidak salah paham mengenai produk dan proses perusahaan.
Fakta dan Komitmen AQUA
1. Sumber Air Pegunungan yang Terlindungi
AQUA menggunakan air dari 19 sumber air pegunungan di seluruh Indonesia. Setiap sumber melalui 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, dan minimal 1 tahun penelitian. Pengambilan air dilakukan dari akuifer dalam (60–140 meter) yang terlindungi alami dan bebas kontaminasi, sesuai kajian UGM dan Unpad.
2. Proses Produksi Higienis dan Terstandarisasi
Proses pengemasan dilakukan otomatis tanpa kontak tangan, menggunakan pipa stainless food-grade dan mesin berteknologi tinggi. AQUA menguji lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, sesuai standar BPOM dan SNI.
3. Kepatuhan Regulasi: SIPA dan Pajak
AQUA memegang SIPA (Surat Izin Pengusahaan Air Tanah) untuk setiap sumber air dan membayar pajak serta retribusi sesuai ketentuan. Seluruh volume air dilaporkan dan diaudit secara berkala oleh pemerintah.
4. Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Masyarakat
AQUA menjalankan program konservasi berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS), menanam lebih dari 2,5 juta pohon, membangun 2.300 sumur resapan, mengelola 12.000 rorak, serta program WASH yang menjangkau lebih dari 500.000 penerima manfaat. Program ini dilakukan bersama masyarakat dan LSM untuk memastikan pengelolaan air berkelanjutan.
Sumber Air dan Proses Produksi
Air AQUA berasal dari akuifer dalam, bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan, dan sebagian bersifat self-flowing. Pengambilan air dilakukan sesuai izin pemerintah dan diawasi Badan Geologi, Kementerian ESDM, serta tidak mengganggu sumber air masyarakat.
AQUA juga memiliki Ground Water Resources Policy, yang mengatur pengelolaan sumber air agar tetap murni, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga adat dan cagar budaya sekitar wilayah operasional.
Pajak, SIPA, dan Regulasi
AQUA membayar pajak dan retribusi sesuai peraturan, dan SIPA memastikan pengambilan air sesuai kuota dan lokasi yang ditetapkan. Seluruh laporan diaudit pemerintah, dan setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas.
Program konservasi air dan pengembalian air ke masyarakat dijalankan melalui program WASH di berbagai wilayah operasional AQUA, termasuk Subang, dengan menanam lebih dari 250.000 pohon dan membangun 120 sumur resapan serta 2.800 rorak.
Edukasi Publik dan Klarifikasi Terbaru
Klarifikasi ini juga menanggapi video kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke pabrik AQUA di Subang. Dalam video, Gubernur sempat terkejut mengetahui sumber air berasal dari akuifer dalam dengan kedalaman lebih dari 100 meter. AQUA menegaskan seluruh proses sesuai izin dan tidak mengganggu lingkungan maupun masyarakat.
AQUA memastikan kualitas air tetap terjaga, keberlanjutan lingkungan diperhatikan, dan hubungan dengan masyarakat tetap transparan dan bertanggung jawab. Konsumen dapat menghubungi AQUA Menyapa di 0800-15-88888 untuk informasi lebih lanjut. (hm16)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























