Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

APBN Defisit Rp196,5 Triliun di Akhir Juni 2026

Mistar.idSelasa, 21 Juli 2026 pukul 20.38 WIB
apbn_defisit_rp1965_triliun_di_akhir_juni_2026

Ilustrasi APBN. (Foto: Dok SindoNews)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat defisit sebesar Rp196,5 triliun hingga akhir semester I-2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan angka tersebut setara dengan 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit terjadi karena realisasi pendapatan negara masih berada di bawah total belanja pemerintah. Hingga Juni 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, belanja negara telah terealisasi sebesar Rp1.656 triliun dengan pertumbuhan 17,8 persen secara tahunan. Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menjadi penyebab APBN mengalami defisit pada paruh pertama 2026.

"Kinerja fiskal sepanjang semester -I menunjukkan tren semakin menguat. Pendapatan negara terus meningkat meningkat dari Rp 574,9 triliun pada akhir Maret menjadi Rp Rp 1.459,4 triliun pada akhir Juni," ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026), dilansir dari Detikfinance.

Lebih rinci diketahui, pendapatan negara yang terkumpul Rp 1.459,4 triliun berasal dari penerimaan pajak Rp 1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6%, kepabeanan dan cukai Rp 152 triliun atau tumbuh 3,4%, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 271 triliun atau tumbuh 21,6%.

Sementara itu, belanja negara yang mencapai Rp 1.656 triliun berasal dari belanja pemerintah pusat yakni Rp 1.298,6 triliun, serta transfer ke daerah Rp 357,4 triliun.

"Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja produktif, dan pembiayaan dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76% dari PDB. APBN-nya bagus, ekspansif dan mendukung pembangunan" tambah Purbaya. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN