Surat yang Dianjurkan Dibaca Saat Salat Gerhana Bulan dan Tata Caranya

Ilustrasi. (foto: CNN/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Salat gerhana merupakan ibadah sunah yang dikerjakan umat Islam ketika terjadi gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari, yang dapat disaksikan di wilayah masing-masing.
Ibadah ini menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta pengingat bahwa peristiwa gerhana bukanlah pertanda kesialan, melainkan tanda kebesaran-Nya.
Bagi yang belum pernah melaksanakannya, salat gerhana memiliki perbedaan dibandingkan salat fardu. Salah satu perbedaannya terletak pada jumlah rukuk di setiap rakaat dan panjang bacaan surah yang dianjurkan.
Merujuk pada panduan Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bacaan surah dalam salat gerhana dianjurkan panjang dan dibaca dengan suara lantang (jahr).
Dalam praktik yang dicontohkan para ulama, susunan bacaan yang dianggap sempurna adalah:
- Rakaat pertama, berdiri pertama: Surah Al-Baqarah (ayat 1–286), lalu rukuk
- Rakaat pertama, berdiri kedua: Surah Ali Imran (ayat 1–200), lalu rukuk
- Rakaat kedua, berdiri pertama: Surah An-Nisa (ayat 1–176), lalu rukuk
- Rakaat kedua, berdiri kedua: Surah Al-Maidah (ayat 1–120), lalu rukuk
Meski demikian, membaca surah-surah tersebut tidak bersifat wajib. Imam dapat memilih surah lain yang panjang dan sepadan. Jika tidak hafal surah yang sangat panjang, dapat membaca surah terpanjang yang dikuasai.
Yang lebih ditekankan adalah bacaan pada berdiri pertama di rakaat pertama merupakan yang paling panjang, kemudian semakin pendek pada bacaan-bacaan berikutnya.
Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Salat gerhana dilaksanakan secara berjamaah dan tidak didahului azan maupun iqamah.
Berikut tata caranya:
Niat salat gerhana bulan
أُصَلِّي سُنَّةَ لِخُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”
Takbiratul ihram disertai niat dalam hati.
Membaca doa taawudz dan Surah Al-Fatihah.
Membaca surah panjang dengan suara lantang.
Rukuk pertama dan dianjurkan memperpanjang bacaan tasbih.
Bangkit dari rukuk, membaca Al-Fatihah kembali, lalu membaca surah panjang (lebih pendek dari sebelumnya).
Rukuk kedua.
I’tidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Bangkit ke rakaat kedua dengan pola yang sama: dua kali berdiri dan dua kali rukuk. Bacaan pada rakaat kedua dianjurkan lebih pendek dari rakaat pertama.
Tahiyat akhir dan salam.
Setelah salat selesai, imam menyampaikan dua khutbah yang berisi ajakan memperbanyak istigfar, tobat, takbir, sedekah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT saat terjadi gerhana.
BERITA TERPOPULER




















