Kepala MAN 1 Medan Monitoring PTSR 1447 H di 10 Desa Minoritas Muslim

Foto bersama usai melakukan monitoring PTSR di Langkat. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Upaya memakmurkan masjid di 10 desa minoritas muslim menjadi fokus monitoring Penerjunan Tim Safari Ramadan (PTSR) 1447 H yang dilakukan Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, bersama jajaran Wakil Kepala Madrasah (WKM), staf, guru, dan pegawai.
Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan peserta PTSR yang sebelumnya telah dibekali melalui kegiatan up grading sebelum terjun ke masyarakat. Program ini menjadi bagian dari pengabdian madrasah dalam menggali potensi siswa untuk terlibat langsung membantu warga memakmurkan masjid, dengan pendampingan guru.
Dalam arahannya, Reza menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang dinilai bekerja dengan penuh semangat dalam mengajak masyarakat melaksanakan salat tarawih dan berpuasa, sekaligus memberikan edukasi terkait tata cara pelaksanaan fardhu kifayah.
“Kami juga sangat menghargai dan berterima kasih kepada masyarakat yang menerima tim dengan ramah dan terbuka,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Berbagai aktivitas akan dijalankan selama enam hari pelaksanaan PTSR, di antaranya edukasi praktik fardhu kifayah, menjadi khatib dan imam salat Jumat, imam tarawih, bilal dan muazzin, hingga mengajar anak-anak yang belum lancar membaca Al-Qur’an.
Siswa juga mengajak warga agar tidak meninggalkan salat wajib dan salat sunah.
Dalam hal ini, Reza Faisal didampingi WKM Kesiswaan Muhammad Razali, WKM Akademik Herry Afandi Limbong, WKM Humas Kurnia Senja Siregar, WKM Sarpras Dewi Arisanti, WKM Keagamaan M. Choiruddin, WKM MGMP Muhammad Idris Hasibuan, serta WKM Kampus Pertiwi, Marwiyah.
Kegiatan dilaksanakan di dua wilayah, yakni daerah Namo Ukur meliputi Desa Pamah Semelir, Garunggang, Kuta Buluh, Tanjung Bunga, dan Perteguhan, serta daerah Namo Trasi meliputi Desa Gang Asem, Kampung Tengah, Pekan Sawah, Tanjung Gunung, dan Kuta Elok. “Setiap desa diwakili enam hingga tujuh siswa,” tuturnya.
Sementara itu, WKM Humas Kurnia Senja Siregar mengingatkan peserta agar menjaga kondisi fisik selama bertugas. Ia berpesan agar siswa menjaga nama baik madrasah, memanfaatkan waktu enam hari dengan maksimal.
“Jaga diri dan selalu bersikap sopan, karena saat ini kita berada di lingkungan yang bukan tempat tinggal kita,” ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Ini Azab Pedih bagi Umat Islam yang Tak Puasa Tanpa Uzur





















