Ini Azab Pedih bagi Umat Islam yang Tak Puasa Tanpa Uzur

Ilustrasi azab neraka. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Allah Subhanahu wa ta'ala akan memberikan azab teramat pedih kepada umat Islam yang dengan sengaja tidak berpuasa tanpa alasan sah atau dibenarkan dalam syariat Islam (uzur).
Dai asal Kota Medan, Dr. Winda Kustiawan, M.A., mengatakan bahwa haram hukumnya orang yang mengaku beragama Islam tidak menunaikan ibadah puasa Ramadan.
"Haramlah itu, hidupnya keras itu. Bisa kena kafarat atau hukuman. Bahkan mayoritas ulama menyebutkan harus memerdekakan budak. Kalau tidak mampu, maka harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Kalau tidak mampu juga, memberikan makan anak yatim 60 orang," ucapnya kepada Mistar dalam wawancara secara virtual, Senin (2/3/2026).
Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) itu menjelaskan bahwa jika kafarat tersebut tidak dilaksanakan selama hidup di dunia, maka Allah akan menyiksa di neraka kelak. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam.
Dari Abu Umamah Radiyallahu 'anhu, ia mendengar bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda: "Ketika saya sedang tidur, saya didatangi oleh dua orang laki-laki. Keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang sangat terjal."
Keduanya berkata: "Naiklah." Kemudian, Rasulullah mengatakan: "Aku tidak mampu." Selanjutnya, mereka berdua berkata: "Kami akan membantumu." Maka, Rasulullah pun menaikinya sehingga ketika Rasulullah sampai di pegunungan yang gelap, tiba-tiba terdengar suara sangat keras dan Rasulullah bertanya: "Suara apa itu?" Mereka (malaikat) menjawab: "Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka."
Kemudian, Rasulullah dibawa berjalan-jalan hingga menyaksikan orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka. Mulut mereka robek dan dari robekan itu mengalir darah yang sangat banyak. Kemudian Abu Umamah bertanya: "Siapakah mereka itu, Ya Rasullullah?" Rasulullah pun menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya."
Winda menerangkan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahihnya dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dengan sanad yang sahih.
"Hadits ini diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahihnya dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Muhammad Nasiruddin Al Albani menilai hadis ini sahih dalam Sahih At-Targhib wa At-Tarhib. Sementara Imam Adz-Dzahabi mengatakan hadis ini sahih sesuai syarah Muslim, meskipun tidak diriwayatkan oleh Imam Muslim," ujarnya.

Dai asal Kota Medan, Dr Winda Kustiawan MA. (foto: deddy/mistar)
Ia pun menjelaskan bahwa hadis tersebut berangkat dari kisah Nabi Muhammad saat diperjalanlan Israk ke Masjidil Aqsa dan Mikraj ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat langsung dari Allah.
Sisi lain, Winda menyampaikan ganjaran bagi orang yang menunaikan ibadah puasa Ramadan. Ia menyebut bahwa Allah akan memberi balasan berupa surga di akhirat.
"Allah akan memasukan mereka ke dalam surga melalui pintu yang mereka kehendaki. Namun, ada riwayat lain khusus pintu surga Rayyan hadisnya sahih dan diriwayatkan Bukhari dan Muslim," tuturnya.
Dari Sahl bin Sa’ad bahwa Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ.
"Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut "Ar Rayyan". Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang puasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru: 'Mana orang yang berpuasa?' Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tak ada lagi memasukinya." (HR. Bukhari No. 1896 dan Muslim No. 1152).
PREVIOUS ARTICLE
Jejak Pendidikan Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei


















