Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Rp13,3 Miliar untuk Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Kondisi Desa Huta Godang dan Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel pasca diterjang banjir bandang, Jumat (28/11/2025). (Foto: Iqbal/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan senilai Rp13,3 miliar untuk korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada Selasa (2/12/2025).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan duka cita kepada masyarakat terdampak serta memastikan alokasi dana bantuan telah disiapkan oleh kementerian.
“Atas nama pribadi dan Kemendikdasmen, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat terdampak musibah. Kami menyediakan alokasi Rp13,3 miliar untuk bantuan bencana di tiga provinsi tersebut,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, dilansir dari Kompas, Rabu (3/12/2025).
Selain dana bantuan langsung, kementerian juga menghimpun donasi melalui UPZ Baznas Kemendikdasmen, unit pengumpul zakat di bawah naungan Badan Amil Zakat Nasional.
Melalui UPZ Baznas, masyarakat dapat berpartisipasi membantu korban terdampak bencana. Donasi berupa kartu perdana tidak ada dalam konteks bantuan ini.
Kementerian juga tengah melakukan pendataan sekolah dan sarana pendidikan yang rusak, memetakan kebutuhan pembelajaran darurat, serta menyiapkan layanan psikososial bagi murid dan korban terdampak.
Abdul Mu’ti menyebut distribusi bantuan lanjutan, termasuk perlengkapan sekolah bagi murid, masih terkendala pemulihan akses ke lokasi bencana. Untuk percepatan pendataan dan pemetaan kebutuhan, pihaknya intens berkoordinasi dengan UPT Kemendikdasmen di daerah.
“Yang terpenting saat ini memastikan korban bisa ditangani dengan baik. Ketika data akurat terkumpul, kita bisa menyusun langkah agar pembelajaran tetap berlangsung,” katanya.
Ia juga mendorong dukungan berbagai pihak secara gotong royong, termasuk rencana pemulihan pendidikan melalui revitalisasi sekolah terdampak pada program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun depan, yang diprioritaskan pada 2026.
“Pendampingan psikososial akan dilakukan bagi anak-anak dan sekolah terdampak akan diprioritaskan menerima Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun depan,” tuturnya. (hm25)
BERITA TERPOPULER
























