Dukung Pemerataan Pendidikan, Pemprov Sumut Gratiskan Biaya Sekolah Bagi Siswa SMA dan SMK di Nias

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. (foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai satu dari lima program prioritas pembangunan Sumut dalam lima tahun ke depan.
Di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Bobby memaparkan langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah Kepulauan Nias.
Sebagai terobosan besar di awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) resmi meluncurkan program sekolah gratis bagi seluruh siswa tingkat SMA dan SMK di Kepulauan Nias, yang mencakup empat kabupaten dan satu kota.
"Tahun ini kami memberikan fasilitas gratis sampai tingkat SMA/SMK di Kepulauan Nias untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di sana. Kami juga akan mulai membangun satu sekolah unggulan, yaitu Sekolah Sukma, pada tahun 2026 ini untuk mendukung program Bapak Presiden," ujar Bobby, Minggu (4/1/2026).
Terkait musibah banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Sumut, dia melaporkan kondisi infrastruktur sekolah menengah (SMA/SMK) di bawah kewenangan provinsi.
Terdapat 50 lebih sekolah tingkat SMA/SMK yang terdampak dengan wilayah terparah di Padang Lawas Tengah, Padang Lawas Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara. Dari 50 lebih sekolah, hanya dua sekolah yang mengalami dampak sangat berat, sehingga belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal pada Senin besok.
Bobby memastikan sekolah-sekolah lainnya telah siap melaksanakan semester genap sesuai jadwal. "Kami Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di hari Senin besok," ucapnya.
Bobby juga menyoroti ketimpangan pendidikan antarawilayah metropolitan seperti Kota Medan dengan daerah tertinggal seperti Kepulauan Nias. Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Mendikdasmen untuk percepatan perbaikan fasilitas sekolah, sejalan dengan instruksi Presiden saat berkunjung ke Sumatera Utara baru-baru ini.
“Kami sadar masih ada daerah tertinggal seperti Nias yang persoalan pendidikannya perlu perhatian bersama, baik dari sisi akses, fasilitas, maupun kualitas. Sekolah unggulan dan program sekolah gratis ini adalah bagian dari cita-cita besar kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bobby.
Program pembangunan sekolah unggulan ini diharapkan menjadi pionir sekolah rakyat berkualitas di wilayah kepulauan, guna memastikan standar pendidikan di daerah terluar setara dengan kota-kota besar di Indonesia.






















