Dampak Bencana Sumut Tembus Rp20 Triliun, Program Sekolah Gratis akan Diperluas ke Lima Daerah Terdampak

Kondisi sekolah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. (foto: Antara/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait total kerugian materil akibat rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayahnya.
Berdasarkan penghitungan sementara, dampak kerusakan baik milik warga maupun infrastruktur pemerintah pusat dan daerah di Sumut mencapai angka fantastis, yakni hampir Rp20 triliun.
Angka kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan sekolah, harta benda warga, hingga terputusnya mata pencaharian para korban di berbagai kabupaten/kota.
Merespons kondisi darurat ekonomi ini, Bobby mengambil kebijakan diskresi untuk memperluas cakupan program pendidikan gratis guna meringankan beban para orang tua siswa.
"Dampak bencana di Sumatera Utara mencapai hampir angka Rp20 triliun, termasuk bangunan sekolah di dalamnya. Karena mata pencarian warga sangat terganggu, kami memutuskan untuk memperluas program sekolah gratis tingkat SMA dan SMK," ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Dukung Pemerataan Pendidikan, Pemprov Sumut Gratiskan Biaya Sekolah Bagi Siswa SMA dan SMK di Nias
Awalnya, program sekolah gratis tahun 2026 hanya direncanakan untuk wilayah Kepulauan Nias guna mengejar ketertinggalan daerah. Namun, melihat dampak bencana yang melumpuhkan ekonomi warga, Pemprov Sumut kini menyertakan lima daerah terdampak bencana paling parah dalam program tersebut, seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Langkat.
"Lima daerah terdampak berat ini kami sertakan dalam program sekolah gratis untuk tahun 2026. Kami ingin memastikan anak-anak di daerah ini tetap bisa sekolah dan menjadi penyumbang SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, meskipun keluarga mereka sedang tertimpa musibah," ucapnya.
Bobby menekankan investasi di bidang pendidikan tidak boleh terhenti meski daerah sedang dilanda bencana. Ia berharap bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Presiden melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang tetap tangguh di masa pemulihan. Dengan penggratisan biaya pendidikan di wilayah tertinggal dan terdampak bencana, Pemprov Sumut optimistis target melahirkan generasi unggul tetap terjaga.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Presiden. Kami ingin Sumatera Utara benar-benar menjadi daerah emas yang menyumbangkan SDM terbaik saat Indonesia Emas 2045 tercapai," ujarnya.





















