Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EDUKASI

DPR Tekankan Penyaluran Bantuan bagi Pelajar Terdampak Bencana Tidak Kaku Administrasi

Mistar.idKamis, 8 Januari 2026 10.37
AN
dpr_tekankan_penyaluran_bantuan_bagi_pelajar_terdampak_bencana_tidak_kaku_administrasi

Ilustrasi sekolah terdampak bencana. (Foto: Kemendikdasmen)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

DPR menekankan agar penyaluran bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa terdampak bencana tidak dilakukan secara kaku dari sisi administrasi. Kebijakan yang adaptif dinilai penting agar hak pendidikan tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.

“Kami meminta agar kebijakan bantuan pendidikan tidak kaku secara administratif. Dalam situasi bencana, pendekatan yang digunakan harus adaptif, cepat, dan benar-benar berpihak pada keberlangsungan pendidikan anak dan mahasiswa,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Kurniasih Mufidayati, dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (7/1/2025).

Ia menekankan pentingnya optimalisasi pemberian bantuan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Menurutnya, dukungan pendidikan menjadi kunci agar proses belajar tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.

Kurniasih menyebut sejumlah skema bantuan yang perlu dioptimalkan, antara lain Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta berbagai bentuk beasiswa pendidikan lainnya selama masa pemulihan.

“Dalam kondisi pascabencana, keluarga sering kali kehilangan mata pencaharian dan mengalami tekanan ekonomi yang berat,” kata Kurniasih.

Ia menegaskan negara harus hadir memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studi mereka. “Negara harus memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studinya melalui optimalisasi PIP, KIP Kuliah, bantuan UKT, dan berbagai beasiswa pendidikan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Kurniasih mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk melakukan pendataan yang akurat dan responsif terhadap peserta didik serta mahasiswa yang terdampak bencana.

Lebih lanjut, Kurniasih turut mendorong keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga filantropi untuk menyediakan beasiswa berkelanjutan bagi pelajar dan mahasiswa terdampak bencana. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar pemulihan pendidikan tidak bersifat sementara, tetapi mampu menopang proses pemulihan jangka menengah dan panjang.

Ia menilai akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari strategi pemulihan sumber daya manusia. Pendidikan yang terjamin, kata dia, dapat membantu anak-anak dan mahasiswa bangkit dari trauma serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya membangun kembali fisik dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusia tetap terjaga. Pendidikan adalah kunci,” tuturnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN