Monday, July 20, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Sumur Gondang Depok, Air Tak Pernah Surut Sejak 1553 dan Sarat Tradisi Ziarah

Mistar.idJumat, 20 Februari 2026 pukul 14.49 WIB
sumur_gondang_depok_air_tak_pernah_surut_sejak_1553_dan_sarat_tradisi_ziarah_

Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok. (foto: detik/mistar)

news_banner

Depok, MISTAR.ID

Di tengah pesatnya pembangunan Kota Depok, sebuah situs bersejarah di kawasan Harjamukti, Cimanggis, tetap mempertahankan nuansa sakral dan tradisinya. Dikenal sebagai Sumur Gondang, tempat ini diyakini telah ada sejak tahun 1553 M dan hingga kini airnya disebut tak pernah surut.

Bagi sebagian warga dan peziarah, Sumur Gondang bukan sekadar sumber air, melainkan lokasi yang memiliki nilai spiritual. Juru kunci setempat, Yono, 64 tahun, yang menjaga kawasan itu sejak 1991, menyebut tempat tersebut sebagai petilasan tokoh-tokoh pilihan pada masanya.

Ia menjelaskan, makna “keramat” di sini merujuk pada karomah—jejak keberadaan para wali atau sosok penting terdahulu yang pernah singgah maupun bermukim di area tersebut.

Walau telah berusia ratusan tahun, air sumur ini dipercaya tetap jernih dan tidak pernah kering. Pengunjung kerap memanfaatkannya untuk berwudu, bahkan ada yang meminumnya dengan keyakinan tertentu.

Berbeda dari pemandian umum, Sumur Gondang memiliki tata krama yang harus dipatuhi. Setiap tamu dianjurkan untuk “sowan” atau meminta izin terlebih dahulu sebelum mandi, serta berpamitan setelah selesai.

“Datang itu seperti bertamu ke orang tua. Tidak langsung mandi begitu saja. Harus izin dulu, setelah selesai pamit,” ujar Yono.

Pengunjung juga dilarang mandi tanpa busana atau bercanda berlebihan layaknya di kolam renang. Perempuan yang sedang menstruasi tidak diperkenankan memasuki area sumur. Konon, jika aturan dilanggar, air yang biasanya bening dapat berubah keruh sebagai tanda peringatan.

Sebagian peziarah datang dengan berbagai hajat, mulai dari memohon kelancaran rezeki, jodoh, hingga keselamatan. Namun Yono selalu menekankan agar keyakinan tidak bergeser menjadi penyembahan terhadap benda atau tempat.

Menurutnya, sumur dan air hanyalah perantara (sababiyah), sementara doa tetap ditujukan kepada Allah SWT.

Selain kisah tentang airnya yang tak pernah surut, beredar pula cerita mengenai pengalaman tak biasa yang dialami pengunjung yang datang dengan niat buruk atau sikap tak sopan. Ada yang mengaku mengalami kejadian aneh saat mandi, meski dikenal mahir berenang.

Yono juga menyebut adanya benda-benda pusaka lama yang diyakini masih tersimpan di sekitar kawasan tersebut, meski tidak terlihat secara kasat mata.

Kini, area yang dikenal sebagai Keramat Sumur Gondang itu mulai ditata lebih rapi tanpa menghilangkan pohon-pohon besar yang menaungi lokasi. Suasana teduh dan tenang menjadikannya salah satu destinasi wisata religi di wilayah Cimanggis, Kota Depok, yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN