Dosen DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Senam Nifas dan Mindfulness bagi Ibu Pascapersalinan

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi DIII Kebidanan Pematangsiantar Poltekkes Kemenkes Medan mempraktekkan senam untuk ibu hamil (Foto:Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (17/7/2026) - Keberhasilan proses persalinan bukanlah akhir dari perjalanan seorang ibu. Setelah bayi lahir, masih ada masa penting yang sering luput dari perhatian, yaitu masa nifas. Periode enam minggu setelah persalinan ini merupakan fase pemulihan yang menentukan kesehatan ibu, baik secara fisik maupun psikologis.
Selama masa nifas, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan. Rahim berangsur kembali ke ukuran semula, luka persalinan mulai sembuh, produksi ASI meningkat, sementara perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi emosional. Tidak sedikit ibu yang mengalami kelelahan, gangguan tidur, kecemasan, bahkan stres akibat tuntutan merawat bayi dan menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai seorang ibu.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Renny Sinaga, SST., M.Kes., Safrina, SST., MPH., dan Vera Renta Siahaan, SST., M.Keb., selaku Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi DIII Kebidanan Pematangsiantar, Poltekkes Kemenkes Medan.
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bah Kapul, Kota Pematangsiantar, masih ditemukan ibu nifas yang belum memahami pentingnya perawatan pascapersalinan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, tim melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Senam Nifas dan Mindfulness dalam Upaya Pendekatan Holistik untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Nifas" yang melibatkan ibu-ibu nifas di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bah Kapul, Kota Pematangsiantar.
"Salah satu materi utama yang diberikan adalah senam nifas. Banyak masyarakat masih menganggap ibu yang baru melahirkan sebaiknya hanya beristirahat total. Padahal, aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara benar justru sangat membantu proses pemulihan. Senam nifas dapat mempercepat involusi rahim, memperlancar sirkulasi darah, mengurangi nyeri otot, memperkuat otot dasar panggul, serta meningkatkan kebugaran ibu. Aktivitas ini juga terbukti membantu ibu kembali beraktivitas secara bertahap dengan kondisi tubuh yang lebih baik," kata Safrina, Jumat (17/7/2026).

Keterangan gambar: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi DIII Kebidanan Pematangsiantar Poltekkes Kemenkes Medan foto bersama dengan kaum ibu dan petugas UPTD Puskesmas Bah Kapul. (Foto:Istimewa/Mistar)
Selain kesehatan fisik, kegiatan ini juga memperkenalkan latihan mindfulness. Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat, namun praktiknya sangat sederhana. Mindfulness merupakan latihan memusatkan perhatian pada kondisi saat ini melalui teknik pernapasan dan relaksasi sehingga seseorang mampu mengelola pikiran serta emosinya dengan lebih baik.
Renny Sinaga menambahkan, bagi ibu nifas, mindfulness menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Ketika pikiran lebih tenang, ibu akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan yang dialami, memiliki kualitas tidur yang lebih baik, dan mampu menikmati momen bersama bayinya. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kesehatan mental ibu berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui serta kualitas pengasuhan anak.
Pelaksanaan kegiatan di UPTD Puskesmas Bah Kapul, Kota Pematangsiantar, berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya memperoleh penyuluhan mengenai kesehatan masa nifas, tetapi juga mengikuti praktik langsung senam nifas dan latihan mindfulness yang dipandu oleh dosen kebidanan bersama tenaga kesehatan puskesmas. Pendekatan praktik dipilih agar ibu mampu menguasai gerakan dengan benar dan memiliki kepercayaan diri untuk melanjutkan latihan secara mandiri di rumah.
Program ini juga melibatkan tenaga kesehatan, bidan, dan kader Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bah Kapul sebagai mitra. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan ibu pascapersalinan melalui edukasi berkelanjutan, kelas ibu, kunjungan rumah, maupun pendampingan melalui media komunikasi sehingga praktik senam nifas dan mindfulness menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Sementara itu, Vera Renta Siahaan menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan kesehatan fisik dan mental merupakan arah baru pelayanan kesehatan ibu. Selama ini, perhatian lebih banyak diberikan pada aspek medis, sementara kesehatan psikologis belum memperoleh porsi yang memadai. Padahal, keduanya saling berkaitan dan menentukan kualitas hidup ibu setelah melahirkan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bah Kapul, Kota Pematangsiantar, diharapkan semakin banyak ibu memahami bahwa merawat diri bukanlah bentuk egoisme, melainkan bagian dari upaya memberikan yang terbaik bagi buah hati. Ibu yang sehat akan melahirkan keluarga yang sehat, dan keluarga yang sehat menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang berkualitas.
Sebagai institusi pendidikan kesehatan, Poltekkes Kemenkes Medan melalui Program Studi DIII Kebidanan Pematangsiantar berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan, mudah diterapkan, dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, UPTD Puskesmas Bah Kapul, Pemerintah Kota Pematangsiantar, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan. (adv)
PREVIOUS ARTICLE
Bank Sumut Gelar Pojok Sehat Purna Bakti, Nasabah Pensiunan Dapat Layanan Cek Kesehatan Gratis























