19.1 C
New York
Wednesday, May 22, 2024

USAID ERAT Gelar RAT Bersama TPPS Sumut, Optimis Stunting Turun 14,92 %

Medan, MISTAR.ID

Secara nasional tercatat penurunan kasus stunting belum terlalu menggembirakan, sebab berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting nasional hanya turun 0,1% dari 21,6 menjadi 21,5%.

Hal ini menjadi perhatian termasuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting. Saat ini prevalensi stunting di Sumut sudah berada di angka 18,8% dan ditargetkan 14,92% di tahun 2024.

Itu dibahas dalam kegiatan konsolidasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan pengarusutamaan GESI dalam Rencana Aksi Tahunan (RAT) Stunting Tahun 2024 Provinsi Sumut bersama USAID ERAT dan stakeholder terkait mulai tanggal 20-21 Maret 2024 di Le Polonia Hotel Medan.

Baca juga:Pemprov Sumut Gelontorkan Rp370 Miliar untuk Penanganan Stunting Tahun 2024

Dikatakan Provincial Governance Advisor USAID ERAT Sumut, Hawari Hasibuan, pihaknya merasa gembira dengan capaian prevalensi di daerah itu menyentuh 18,8% atau di bawah 20%.

“Kami dari USAID Erat merasa bahagia dengan capaian itu, mengingat penuh tantangan dalam melakukan ini bersama-sama kita bisa mengkoordinasikan seluruh elemen baik pemerintahan dan non pemerintahan, tokoh agama, masyarakat, media dan lainnya. Kita juga bisa saling berkoordinasi mengenai stunting ini agar seterusnya di tahun 2024 target 14,92% optimis dapat tercapai,” kata Hawari.

Sambungnya, ada 3 target yang terus dilakukan pihaknya. Pertama bagaimana penerima manfaat dari program kegiatan yang digelar pihaknya tepat sasaran. Lalu, bagaimana lokus-lokus stunting itu bisa diintervensi.

Baca juga:Tekan Stunting, Dinkes Siantar Sebut Aktif Intervensi Siklus Hidup

“Kemudian bagaimana program itu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jadi kita bisa mengeroyok bersama-sama, apalagi dalam pertemuan ini Sumut telah memiliki rencana aksi tahunan terkait dengan penurunan stunting,” ucapnya.

Sekretaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, Yusrizal Batubara mewakili Kaper BKKBN menyampaikan, harapan agar 7 bulan ke depan angka prevalensi stunting bisa di angka 14%. Sehingga prevalensi stunting di Sumut bisa benar-benar dikendalikan.

“Semoga bisa tercapai, karena pelaksanaan ini adalah konvergensi semua pihak di pemerintahan kota dan di pemerintahan daerah kita masing-masing,” bebernya.

Asisten Pemerintahan Provinsi Sumut, Basarin Tanjung menuturkan, dalam menuntaskan tugas yang tidak mudah ini untuk menurunkan stunting. Namun karena fokus dan pemahaman dalam menangani masalah ini, di mana tahun lalu ada di angka 21%. Kemudian ditargetkan nasional ada di 18% tahun ini.

“Semoga di RAT kali ini bisa membuat rencana-rencana aksi tahunannya yang lebih nyata lagi dan lebih bermanfaat pada masyarakat Sumut. Sehingga bisa kita tuntaskan stunting ini. Apalagi tahun 2024, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 370 miliar untuk penanganan stunting,” pungkasnya, seraya menuturkan Provinsi Sumut telah mencapai target di tahun ini hingga 18%, maka diharapkan tahun 2024 bisa sampai 14%. (anita/hm16)

Related Articles

Latest Articles