16 C
New York
Wednesday, April 17, 2024

Kisah Gunung Simanukmanuk Toba, Tempat Seleksi Menuju Sukses

Toba, MISTAR.ID

Tapanuli Raya tempat tinggal masyarakat Batak (Bangso Batak) ada dua gunung dan dua bukit (dolok) yang paling disakralkan. Konon legendanya tempat tersebut tidak sembarangan untuk dikunjungi oleh orang dan diyakini memiliki kekuatan mistis alam yang sangat tinggi. Jika keempat tempat tersebut dikunjungi seseorang dipastikan memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya.

Seperti Gunung Simanukmanuk yang terletak di Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba hingga kini legendanya masih diyakini warga sekitar, secara khusus keturunan Raja Nairasaon yang memiliki dua anak yaitu pertama Raja Mangatur dengan tiga anak yakni, Marga Sitorus, Sirait dan Butarbutar kemudian kedua  Raja Mangarerak memiliki anak, Marga Manurung.

Simanukmanuk bisa dikatakan gunung hutan lindung milik Raja Nairasaon secara otomatis milik keturunannya yang empat marga , Sitorus, Sirait, Butarbutar dan Manurung dan meskipun demikian tidak semua empat marga tersebut bisa masuk dengan sembarangan. Terlebih saat masuk atau mendaki gunung tersebut terbersit niat tidak baik yang intinya jika tidak ingin tersesat harus memiliki hati bersih.

Kisah ini diutarakan salah seorang pegiat alam, Marandus Sirait, Rabu (31/01/2024). Kisah ini ia pahami secara turun – temurun dari orang tua terdahulu. Menurutnya, begitu banyak legenda masa lalu terlebih mitos Gunung Simanukmanuk di mana gunungnya Nairasaon diyakini simbol kekayaan dan tempat seleksi bagi orang – orang yang ingin mencapai keturunan banyak dan bagus (hagabeon), terpandang (hasangapon), kekayaan (hamoraon) dan sakti mandraguna (hasaktion).

Baca juga: Kisah Rumah Adat Batak yang Memiliki Makna Khusus di Toba

Tahap pertama penjaringan kemampuan (seleksi) harus diam dan berdomisili di hutan alam Gunung Simanukmanuk sampai mendapatkan suatu Ilham yang disampaikan oleh alam gaib gunung tersebut dan menemukan perkampungan yang diyakini kampung yang dihuni makhluk lelembut (peri) di mana salah satu petunjuk untuk pergi ke Dolok Tolong di Balige, Kabupaten Toba.

Sampai di Dolok Tolong akan diberikan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa (Oppu Namula Jadi Nabolon) melalui doa permohonan pertolongan dan selanjutnya diarahkan menuju Dolok Martimbang di Kabupaten Tapanuli Utara untuk mendapatkan Ilham dan disinilah pertimbangan demi pertimbangan apakah sudah layak untuk mencapai tahap kesempurnaan menuju Gunung Pusuk Buhit yang terletak di Kabupaten Samosir.

“Namun sampai saat ini, menurut penuturan maupun kisah dari tetua – tetua terdahulu belum ada yang mencapai kesempurnaan menjalani empat tempat tersebut. Tetapi bisa jadi ada tetapi tidak terdeteksi dan bisa juga si Raja Batak sudah berhasil melalui ritual tersebut,” sebut Marandus Mengisahkan.

Dikatakan Marandus, dari kisah yang dituturkannya merupakan salah satu cerita mitos Bangso Batak yang mungkin segelintir orang Batak yang mengetahuinya. Dirinya hanya sekedar menyampaikan cerita ( turiturian) dari orangtua yang sudah ia dengar sejak kanak – kanak. Terlepas seseorang yakin atau tidak, itulah salah satu kekayaan cerita mitos berupa kisah legenda di Tanah Batak ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya. (Nimrot/hm17)

Related Articles

Latest Articles