27.2 C
New York
Tuesday, June 18, 2024

Sejumlah Fasilitas di Destinasi Wisata Super Prioritas Danau Toba Parapat Terbengkalai

Simalungun, MISTAR.ID

Parapat, sebuah kota kecil di tepi Danau Toba di Kabupaten Simalungun, telah lama dikenal sebagai salah satu titik utama untuk menikmati panorama Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia.

Keindahan danau terbesar di Asia Tenggara yang dikelilingi oleh tujuh kabupaten, termasuk Simalungun, menawarkan pemandangan menakjubkan dengan airnya yang biru kehijauan serta deretan bukit barisan yang memukau.

Sayangnya, sejumlah fasilitas yang disediakan oleh pemerintah pusat maupun lokal kini tampak terbengkalai, dan dipastikan akan mengurangi daya tarik kawasan tersebut.

Baca juga: Tolak Penggusuran, Pedagang RTP Parapat Siap Hadapi Segala Risiko

Salah satu lokasi di Parapat yang sangat diminati di masa lalu adalah Pagoda Open Stage. Selain menjadi lokasi dalam menggelar acara, tempat ini dulunya ramai dikunjungi para wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati berbagai jajanan buatan UMKM lokal. Saat ini, pemandangan di area tersebut sangat berbeda.

Tourism Information Center yang tak berpenghuni. (f: indra/mistar)

Pantauan mistar, Minggu (19/5/24), lokasi yang dulunya tertata rapi dan bersih kini tampak semrawut. Sampah berserakan di mana-mana, rumput ilalang dibiarkan tumbuh, bahkan hampir menutupi beberapa kios yang tak berpenghuni.

Tak hanya itu, fasilitas umum yang vital bagi kenyamanan wisatawan, seperti kantor informasi, toilet, dan fasilitas olahraga, juga terlihat tidak terawat dan sudah tidak berfungsi. Banyak pengunjung terlihat kebingungan saat ingin menggunakan kamar mandi yang kotor dan rusak.

Ayu, salah seorang wisatawan dari Medan, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya sudah beberapa kali ke Parapat dan biasanya fasilitas di sini cukup memadai. Namun, kali ini saya sangat kecewa melihat banyak fasilitas yang rusak dan tidak terawat. Padahal, kawasan ini punya potensi wisata yang sangat besar,” katanya.

Baca juga: Generasi Muda Dimbau Bisa Menilai Sosok yang Bertarung di Pilkada 2024

Hal senada juga diungkapkan Nico Sipayung, seorang pedagang lokal. “Dulu, Pagoda Open Stage ramai sekali, banyak pengunjung yang datang. Tapi sekarang, tempat ini seperti diabaikan,” ujarnya.

Lokasi yang dulunya merupakan restoran di sekitar Pagoda Open Stage kini terbengkalai. (f: indra/mistar)

Lina Purba, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut, juga menyampaikan keprihatinannya. “Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan perawatan fasilitas di sini. Parapat ini kan sudah terkenal, sayang sekali kalau tidak dirawat. Wisatawan jadi malas datang,” katanya.

Dengan segala keindahan yang ditawarkan, Danau Toba dan Parapat tetap memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan. Namun, perhatian dan tindakan nyata dari pihak berwenang sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas fasilitas wisata agar dapat memberikan pengalaman yang nyaman dan menyenangkan bagi para pengunjung. (indra/hm22)

Related Articles

Latest Articles