Sumber Mata Air Purba di Pantai Pasir Putih Toba Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Pantai Pasir Putih Parparean Porsea. (foto:nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Herbet Napitupulu, salah seorang pengelola Pantai Pasir Putih (Pasput) Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, tidak bisa memungkiri bahwa sejak diberitakan, keberadaan sumber mata air purba (Taor) berdampak pada pertambahan kunjungan wisatawan.
Menurutnya, sejak pemberitaan MISTAR.ID pada tahun 2025, adanya sumber mata air purba yang diyakini dapat membantu menyembuhkan penyakit (Taor, dalam bahasa Batak) menyebabkan jumlah pengunjung meningkat.
"Tidak sedikit pengunjung yang datang setiap pagi dan sore hari, khususnya orang tua (lansia), datang berendam di air pantai dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang," ujar Herbet, Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, meski banyak pengunjung datang berulang kali, mereka jarang bertanya kepada pengelola pantai mengenai khasiat air Danau di Pantai ini. Diduga mereka enggan bertanya takut biaya tambahan dikenakan.
"Mungkin saja mereka mengikuti petunjuk dari pemberitaan yang diterbitkan oleh MISTAR, untuk melakukan terapi dengan cara berendam di air Danau yang dangkal dan sejuk," katanya.
Herbet juga menyampaikan pesan dari leluhur mereka bahwa dulunya air Danau di Pantai Pasir Putih Parparean dipercaya memiliki khasiat sebagai penyembuh penyakit, bisa diminum dan dijadikan terapi dengan berendam.
"Kakeknya juga sempat memanfaatkan air tersebut sebagai Taor (obat penyembuh) dengan meminum air. Bahkan di tahun 1980 pantai ini kerap kedatangan orang dari luar negeri, dan tinggal hingga berbulan-bulan melakukan penyelaman, yang mungkin untuk menyelidiki keberadaan mata air purba tersebut," ucapnya.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara menyebutkan pusat mata air berada di dermaga dan galangan kapal. Oleh sebab itu, BWS meminta masyarakat merawat mata air dengan menanam pohon.
"Sesuai keterangan BWS, gua mata air purba yang ada di Pantai Pasir Putih Parparean memiliki kedalaman sekitar 480 meter ke dalam bumi," ujar Herbet.
BWS menjelaskan bahwa karakteristik air Danau Toba berbeda dengan karakteristik mata air Pasir Putih Parparean.
"Air Danau Toba berasal dari air hujan, sedangkan mata air purba tersebut memiliki karakteristik isotop," tuturnya. (hm27)



















