Friday, June 5, 2026
home_banner_first
WISATA

Kenapa Maskapai Semakin Ketat soal Bagasi Kabin? Ini Alasannya

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 05.30
AN
kenapa_maskapai_semakin_ketat_soal_bagasi_kabin_ini_alasannya

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Batasan berat bagasi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional penerbangan karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan efisiensi pesawat. Maskapai penerbangan di seluruh dunia kini semakin memperketat aturan bagasi kabin guna memastikan muatan pesawat tetap dalam batas aman.

Berat muatan pesawat dihitung dari berbagai elemen, mulai dari bobot pesawat, bahan bakar, stok makanan, kargo, bagasi, hingga berat pilot, awak kabin, dan penumpang. Karena itu, maskapai harus memastikan setiap penumpang mematuhi batas maksimal bagasi agar tidak terjadi kelebihan muatan yang berisiko terhadap penerbangan.

Mengutip The Independent, aturan ketat terkait bagasi sebenarnya bukan hal baru. Seorang mantan pilot menyebut kebijakan tersebut telah diterapkan sejak lama.

Sebagai contoh, pesawat Boeing 737 dengan kapasitas 150-299 kursi menggunakan asumsi berat standar penumpang, yakni sekitar 66,7 kilogram untuk perempuan dan 81,8 kilogram untuk laki-laki, dengan batas bagasi kabin umumnya sekitar 7 kilogram per penumpang.

Namun, perubahan kebiasaan penumpang turut memengaruhi kebijakan maskapai. Seiring maraknya maskapai berbiaya rendah yang mengenakan biaya tambahan untuk bagasi tercatat, banyak pelancong memilih membawa lebih banyak barang ke dalam tas kabin. Kondisi ini membuat maskapai mulai memperketat aturan bawaan di kabin.

Sejumlah maskapai telah menerapkan kebijakan baru. Virgin Australia, misalnya, membatasi penumpang kelas ekonomi pada penerbangan domestik membawa satu tas kabin dengan berat maksimal 8 kilogram.

Qantas menetapkan batas 10 kilogram dalam satu tas atau dua tas kecil dengan total 14 kilogram. Sementara Jetstar mengizinkan bagasi kabin hingga 7 kilogram yang dibagi dalam dua tas.

Selain faktor keselamatan penerbangan, bagasi kabin yang terlalu berat juga menimbulkan tantangan operasional di dalam pesawat. Awak kabin sering kali harus membantu mengangkat tas ke kompartemen atas, yang berpotensi menyebabkan cedera.

Tas yang berat juga memperlambat proses naik pesawat, menimbulkan antrean di lorong kabin, bahkan berisiko menghambat evakuasi dalam kondisi darurat. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN