Di Indonesia Punya Tradisi Khas Perayaan Imlek, Daerah Mana Saja?

Ilustrasi perayaan Imlek. (Foto: Istimewa)
Jakarta, MISTAR.ID
Menjelang Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa (17/2/2026), berbagai daerah di Indonesia mulai bersiap menyambut perayaan dengan tradisi, budaya, dan kemeriahan yang khas di masing-masing wilayah.
Tahun Baru Imlek menjadi momen penting yang dinantikan, khususnya oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Beragam dekorasi bernuansa merah, lampion, kunjungan ke klenteng, hingga pertunjukan barongsai mulai terlihat di sejumlah kota.
Pedagang buah jeruk dan berbagai aksesoris Imlek juga ramai menjajakan dagangannya, menambah suasana meriah yang turut menarik minat wisatawan.
Melansir Detik, berikut rekomendasi tempat wisata di Indonesia yang menawarkan pengalaman seru ketika merayakan Tahun Baru Imlek.
Di Jakarta Barat, kawasan Glodok menjadi salah satu pusat perayaan yang sarat budaya Tionghoa. Vihara-vihara tua dan toko-toko yang menjual dupa, lampion, angpao, serta kuliner khas China menjadi daya tarik wisata religi dan budaya menjelang Imlek.
Sementara itu di Jakarta Utara, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menawarkan pengalaman berbeda dengan konsep urban modern. Area Pantjoran PIK menghadirkan arsitektur bergaya Tiongkok lengkap dengan gapura, pagoda, serta ornamen khas yang membuat kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama untuk berburu foto.
Tak jauh dari ibu kota, Kota Bogor menggelar Bogor Street Festival di kawasan Surya Kencana atau pecinan Bogor. Perayaan yang biasanya berlangsung saat Cap Go Meh ini dimeriahkan dengan pertunjukan liong dan barongsai, serta berbagai hiburan budaya yang menarik pengunjung.
Di Singkawang, Kalimantan Barat, tradisi Pawai Tatung menjadi atraksi paling ikonik. Tradisi perpaduan budaya Tionghoa dan Dayak ini menampilkan peserta yang melakukan atraksi ekstrem sebagai bagian dari ritual Cap Go Meh. Para Tatung menjalani puasa selama tiga hari sebelum pawai sebagai bentuk penyucian diri.
Perayaan Imlek juga berlangsung meriah di Pulau Kemaro, Palembang. Kawasan yang berada di tengah Sungai Musi ini menjadi pusat perayaan dengan berbagai pertunjukan seni, barongsai, serta dekorasi lampion yang menghiasi area wisata.
Di Solo, masyarakat merayakan Imlek melalui tradisi Grebeg Sudiro yang menonjolkan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Kegiatan ini menampilkan arak-arakan, ritual, pertunjukan seni, hingga bazar yang melibatkan masyarakat lokal.
Sementara itu di Semarang, Pasar Imlek Semawis menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Imlek. Beragam makanan tradisional, kerajinan tangan, serta pertunjukan seni dari Tiongkok turut memeriahkan suasana, terutama pada malam hari.
Dengan ragam tradisi dan destinasi wisata tersebut, perayaan Imlek di Indonesia tidak hanya menjadi momen spiritual dan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata yang memperkuat keberagaman dan toleransi antar masyarakat. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Bupati Batu Bara Ajak Kolaborasi Jaga Kebersihan Pantai Datuk





















