Harga Andaliman Anjlok, Kini Setara dengan Cabai


Andaliman yang dipasarkan di Porsea harganya Rp50 ribu per kg. (f: nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Harga andaliman di Kabupaten Toba mengalami penurunan drastis dibandingkan dua bulan lalu. Bahkan harganya hampir setara dengan cabai. Penurunan ini terpantau di pasar tradisional Kecamatan Porsea.
Leon, seorang pedagang bumbu di Pasar Porsea, menyebutkan bahwa harga andaliman saat ini hanya Rp50.000 per kilogram. Padahal, pada Desember 2024 lalu, harga bumbu khas Batak tersebut sempat melambung hingga Rp450.000–Rp500.000 per kilogram. Sementara pada Januari 2025, harganya turun menjadi Rp100.000–Rp150.000 per kilogram.
“Dua bulan lalu masih di kisaran Rp100.000 sampai Rp150.000. Turun drastis sebulan terakhir, awalnya Rp60.000, sekarang hanya Rp50.000,” kata Leon, Sabtu (5/4/2025).
Leon menjelaskan, penurunan harga andaliman disebabkan oleh peralihan musim. Masa panen raya telah dimulai setelah melewati masa trek atau musim buah terbatas yang biasanya terjadi dari September hingga Januari. Panen raya berlangsung dari Februari hingga Juli.
"Lonjakan harga andaliman melambung tinggi saat musim trek permintaan meningkat stok sedikit, sebab Natal dan Tahun Baru turunnya anak rantau mudik ke Toba," katanya.
Namun saat ini, kata Leon, pasokan andaliman melimpah di tengah menurunnya permintaan pasar, sehingga harga anjlok hingga ke titik terendah.
Permintaan andaliman biasanya meningkat saat ada acara adat Batak seperti pesta pernikahan atau kegiatan budaya lainnya. Meski begitu, belum ada tanda-tanda harga bakal naik.
"Beranjak dari harga andaliman yang murah, mayoritas anak rantau dan warga Toba mengadakan pesta pernikahan di Juni dan Juli. Disaat andaliman lagi murah, mungkin saja untuk menghemat biaya katering," katanya. (nimrot/hm17)
PREVIOUS ARTICLE
Disdik Sumut Ditolak Usai Pasang Plang di Lapangan Mini Balige