Friday, July 10, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Sipahutar Temukan Jejak Diduga Harimau Sumatera, BBKSDA Turun Tangan Pasang Kamera Trap

Mistar.idJumat, 22 Mei 2026 pukul 06.30 WIB
warga_sipahutar_temukan_jejak_diduga_harimau_sumatera_bbksda_turun_tangan_pasang_kamera_trap

Jejak tapak harimau ditemukan di Kecamatan Sipahutar. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Tapanuli Utara, MISTAR.ID

Warga Desa Aek Nauli IV dan Aek Nauli II, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, menemukan jejak tapak kaki yang diduga kuat merupakan Harimau Sumatera. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait dengan peninjauan ke lokasi.

Camat Sipahutar bersama Kapolsek Sipahutar, Danramil Sipahutar, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), serta perangkat Desa Aek Nauli IV dan Aek Nauli II turun langsung meninjau lokasi laporan dugaan jejak satwa tersebut.

Hal itu dibenarkan Camat Sipahutar, Hendrik Simanjuntak, saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil identifikasi dan analisis awal oleh tim BBKSDA Sumut, ditemukan jejak telapak kaki yang diduga Harimau Sumatera di sekitar area perladangan masyarakat di Desa Aek Nauli IV dan Aek Nauli II, pada titik koordinat N: 2,034477 E: 99,101410.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tim juga menemukan dua jejak berbeda yang diduga dilalui satwa tersebut dari arah Desa Sidagal dan Desa Simanampang, Kecamatan Siatas Barita.

Jejak telapak kaki yang ditemukan memiliki ukuran bervariasi, yakni dengan lebar sekitar 14 cm dan panjang 15 cm yang diduga merupakan harimau dewasa, serta jejak lain berukuran lebar 7 cm dan panjang 6 cm yang diduga harimau anakan.

“Bekas jejak telapak kaki yang diduga satwa Harimau Sumatera dengan ukuran tersebut mengindikasikan adanya aktivitas satwa di sekitar wilayah tersebut,” ujar Camat Sipahutar.

Untuk memastikan keberadaan satwa tersebut, pihak BBKSDA Sumut akan memasang kamera trap atau kamera pengintai di beberapa titik lokasi di Desa Aek Nauli IV dan Aek Nauli II.

Camat juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya indikasi keberadaan satwa liar di sekitar area perkebunan dan pemukiman.

Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada waktu rawan seperti menjelang sore, malam hingga subuh, serta tidak beraktivitas sendirian di kebun atau hutan.

Jika harus ke kebun, warga diimbau untuk berkelompok minimal 3–4 orang, serta memastikan hewan ternak diamankan di kandang yang tertutup rapat pada malam hari.

Warga juga diminta membuat suara atau kegaduhan saat berada di kebun agar tidak menjadi target satwa liar, serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menarik perhatian predator.

Camat menegaskan, jika warga menemukan jejak baru atau indikasi keberadaan satwa, diharapkan tidak panik dan segera melapor kepada pihak berwenang, serta tidak melakukan tindakan berburu secara mandiri. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN