Warga Patane II Toba Minta Perbaikan Jalan Rusak Segera Dilanjutkan

Kondisi jalan rusak di Desa Patane II. (foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID - Warga Desa Patane II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, meminta pemerintah segera melanjutkan perbaikan jalan yang masih rusak sepanjang sekitar 500 meter.
Permintaan itu disampaikan setelah pembangunan jalan dengan pengaspalan lapen sepanjang sekitar 100 meter dilakukan. Warga mengapresiasi pembangunan tersebut, namun berharap perbaikan tidak berhenti karena masih terdapat ratusan meter ruas jalan yang kondisinya rusak.
Salah seorang warga, F. Sitorus, mengatakan akses jalan dari Desa Patane I menuju Desa Patane II sepanjang sekitar 1 kilometer saat ini sudah terbilang cukup baik. Ruas tersebut terdiri dari jalan yang menggunakan aspal hotmix dan aspal lapen yang dibangun secara bertahap selama tiga tahun.
“Jalan yang pertama dibangun sudah terlihat mulai rusak. Ada badan jalan aspal yang terlihat mengelupas dan itulah risiko jika jalan dikerjakan secara bertahap,” ucapnya, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, panjang keseluruhan jalan tersebut sekitar 1,5 kilometer. Namun, pembangunan yang dilakukan secara bertahap membuat masih terdapat sekitar 500 meter jalan yang belum diperbaiki.
“Sesungguhnya panjang jalan sekitar 1,5 kilometer, tetapi mengapa tidak langsung dilakukan pembangunan sekaligus. Saat ini tersisa jalan rusak sekitar 500 meter lagi dan saya rasa untuk jalan lapen anggarannya tidak terlalu besar,” ujarnya.
Ia khawatir jika pembangunan ruas yang tersisa baru dilanjutkan satu atau dua tahun mendatang, bagian jalan yang sudah lebih dulu diperbaiki justru kembali mengalami kerusakan.
“Yang kita takutkan, saat pembangunan dilanjutkan untuk tahun depan atau dua tahun lagi, jalan yang bagus sudah kupak-kapik dan begitulah selanjutnya, karena kita tahu daya tahan pembangunan jalan maksimal bertahan dua tahun hingga tiga tahun,” katanya.
Masyarakat berharap sisa pembangunan jalan sekitar 500 meter tersebut dapat masuk dalam penganggaran P-APBD 2026 melalui dinas terkait.
Dengan demikian, tidak ada lagi ruas jalan yang dipenuhi kubangan saat hujan turun, yang selama ini mengganggu aktivitas warga, termasuk anak sekolah yang melintas di kawasan tersebut. (*)













































