Wali Kota Tebing Tinggi Targetkan Zero Stunting, Angka Sumut Masih 22 Persen

Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih saat Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. (Foto: Kominfo/Mistar)
Tebing Tinggi, MISTAR.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi menargetkan wilayahnya bebas stunting. Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih menegaskan jajaran pemerintah daerah akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan anak yang berisiko mengalami stunting.
Iman menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure, Medan, Kamis (27/8/2026).
Forum tersebut digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) dengan menghadirkan Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiharto.
Menurut Iman, Pemko Tebing Tinggi akan terus menangani anak-anak yang berisiko stunting dengan melibatkan berbagai pihak. Ia berharap upaya tersebut dapat menurunkan angka stunting di daerahnya tahun ini.
“Mohon doanya agar anak-anak yang berisiko stunting dapat tertangani dan menurun. Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus semangat melakukan penanganan anak-anak yang berisiko stunting. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” ucapnya.
Ia mengatakan keikutsertaan Pemko Tebing Tinggi dalam forum regional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam penanganan stunting.
Berbagai strategi dan kebijakan yang dibahas diharapkan dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas intervensi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan program pencegahan menyasar kelompok yang tepat.
Dalam forum tersebut, Eddy Cahyono Sugiharto memaparkan perkembangan prevalensi stunting secara nasional. Angkanya disebut turun dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen.
Namun, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Sumatera Utara masih mencapai 22 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan prevalensi secara nasional.
“Karena itu, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting dinilai perlu terus dilanjutkan untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujar Eddy.[]
PREVIOUS ARTICLE
Sembilan Rumah Warga Labuhanbatu Kini Teraliri Listrik Gratis





















