Toleransi Beragama di Toba Tinggi, Filosofi Dalihan Na Tolu Jadi Perekat

Ilustrasi toleransi. (Foto: Suara Dewata)
Toba, MISTAR.ID
Tingkat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Toba terbilang tinggi, meskipun mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen (Nasrani). Dari total lebih dari 200 ribu jiwa, sekitar 92 persen di antaranya merupakan penganut Kristen.
Anggota DPRD Toba dari Partai PKB, Andi Sibarani, mengatakan keberagaman tidak menjadi kendala dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu tidak terlepas dari kuatnya filosofi budaya Batak yang menjadi pedoman hidup warga.
“Filosofi Dalihan Na Tolu (Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru) menjadi dasar bagi masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga toleransi. Meski berbeda agama, hubungan kekerabatan tetap dijunjung tinggi,” ujar Andi, Rabu (6/5/2026).
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, komposisi penganut agama dan aliran kepercayaan di Kabupaten Toba cukup beragam. Umat Kristen Protestan mendominasi dengan 189.082 jiwa atau 85,12 persen, disusul Kristen Katolik sebanyak 16.701 jiwa (7,52 persen).
Sementara itu, pemeluk agama Islam tercatat sebanyak 14.127 jiwa atau 6,36 persen. Penganut agama Buddha berjumlah 59 jiwa (0,03 persen), Hindu 1 jiwa, serta Konghucu sebanyak 5 jiwa. Selain itu, terdapat 2.152 jiwa (0,97 persen) yang menganut aliran kepercayaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberagaman di Kabupaten Toba dapat berjalan harmonis, dengan nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat utama dalam kehidupan sosial masyarakat. (nimrot)



















