Tekan Angka Kecelakaan, 1.983 Personel Dikerahkan Tertibkan Pengendara di Sergai

Waka Polres Sergai Kompol Rudy saat pimpin apel pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026. (foto: Damanik/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Dalam menekan angka kecelakaan, sedikitnya 1.983 personel terdiri dari 100 personel Satgas Polda Sumut dan 1.883 personel Satgas Kewilayahan dikerahkan untuk menertibkan pengendara di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Hal itu disampaikan Waka Polres Sergai Kompol Rudy Candra saat memimpin apel gelar pasukan gabungan dalam rangka operasi keselamatan Toba 2026 di Lapangan apel Mapolres, Senin (2/2/2026).
Kompol Rudy Candra menyampaikan situasi Kamseltibcar Lantas merupakan suatu hal yang mutlak yang harus dirasakan masyarakat selaku pengguna jalan raya. Oleh karena itu, lanjutnya, melalui operasi keselamatan dengan mengusung tema Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara.
"Kita harus betul-betul hadir ditengah-tengah masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam tertib berlalu lintas sehingga dapat menekan angka kecelakaan di wilayah Sumatera Utara," ujarnya.
Dijelaskannya, Operasi Keselamatan Toba 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung sejak 2-15 Februari 2026.
"Target operasi ini adalah masyarakat pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, titik lokasi rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta kegiatan masyarakat dalam berlalu lintas yang dapat menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas," katanya.
Dikatakannya, indikator dari keberhasilan pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yaitu meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas; menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dan menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas operasi tersebut, ada beberapa penekanan yang perlu dipedomani dan dilaksanakan selama operasi berlangsung, antara lain melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap lokasi/tempat yang rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan, sehingga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan efektif.
"Utamakan pendekatan persuasif dan edukatif dalam membangun kesadaran masyarakat, baik melalui pemasangan spanduk, banner, maupun melalui media sosial. Pendekatan ini akan lebih bermanfaat dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas, perhatikan performance dan sikap tampang personel, terapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat. Hindari segala bentuk pelanggaran kode etik seperti pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, serta arogansi dalam setiap tindakan pada saat operasi berlangsung," ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Ini Sasaran Operasi Keselamatan Toba 2026 di Deli SerdangBERITA TERPOPULER
























