Tangkap Ruwak-ruwak hingga Tiung, Wak Min Bertahan Hidup dari Burung Liar di Sergai

Pencari burung liar di Sergai, Wak Min. (Foto: Sembiring/Mistar)
Serdang Bedagai, MISTAR.ID
Paimin alias Wak Min, 68 tahun, warga Desa Bamban, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), telah puluhan tahun menggantungkan hidup sebagai pencari burung liar.
Pekerjaan itu telah ia lakoni sejak masih lajang hingga kini di usia senja. Wak Min biasa mencari burung jenis ruwak-ruwak, tiung, dan ayam-ayaman. Burung-burung tersebut diperolehnya dengan cara dipikat menggunakan jaring, sementara sebagian lainnya ditangkap secara manual menggunakan jari.
“Sudah lebih 30 tahun saya cari burung, sejak masih lajang,” ujar Wak Min saat ditemui, Minggu (25/1/2026).
Dalam sehari, Wak Min mengaku mampu menangkap dan menjual sedikitnya 10 ekor burung. Hasil tangkapan tersebut kemudian dijual ke sejumlah rumah makan yang khusus menyediakan menu olahan burung di wilayah Kecamatan Sei Rampah.
Untuk satu ekor burung, Wak Min menjual dengan harga Rp20.000. Meski penghasilannya tidak menentu, pekerjaan tersebut menjadi sumber utama nafkah bagi dirinya dan keluarga.
Diketahui, Wak Min merupakan seorang duda dengan 12 orang anak dan 14 orang cucu. Dari hasil mencari burung inilah ia berupaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta membantu keluarganya.
Di usianya yang tidak lagi muda, Wak Min tetap bertahan menjalani profesi tersebut. Ia mengaku tidak memiliki keahlian lain dan berharap masih diberi kesehatan agar bisa terus bekerja.
“Saya jalani saja yang bisa saya kerjakan. Selama masih kuat, ya tetap mencari burung,” katanya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Paskibra SMAN 7 Juara Pertama Lomba Nasional Piala Wamenag

























