Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tajak 5 Sumur di Tengah Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 19.59 WIB
tajak_5_sumur_di_tengah_pemulihan_pascabencana_pertamina_ep_rantau_buktikan_ketangguhan_pejuang_energi

Pekerja Pertamina EP Rantau Field sedang melakukan pengecekan fasilitas produksi. PT Pertamina EP Rantau Field mencatat empat bulan pascabanjir produksi minyak sudah kembali ke performa awal. Bahkan, sudah melakukan tajak (well spud) lima sumur baru di wilayah kerjanya. (foto:dokumenPertamina EP Rantau/Mistar)

news_banner

Aceh Tamiang, MISTAR.ID (8/10/2026) – Mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas nasional, Pertamina EP Rantau Field melakukan pengeboran sumur baru di tengah pemulihan pascabencana banjir Aceh Tamiang. Setelah melakukan program pemulihan secara bertahap hingga penyelesaian tiga sumur bor baru, kini produksi minyak kembali stabil di angka 1.700 barel per hari.

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan Pertamina EP Rantau Field melakukan pemulihan pascabencana banjir secara berkelanjutan. Karena itu, dalam waktu empat bulan produksi sudah kembali ke performa awal. Bahkan, saat ini perusahaan sudah melakukan tajak (well spud) lima sumur baru di wilayah kerjanya.

"Kendati masih dalam situasi pemulihan pascabanjir, perusahaan melakukan pengeboran sumur untuk menemukan cadangan migas baru dan mempertahankan produksi migas. Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, sumur RNT DZ-51 dan RNT DZ-52 berada di Kampung (Desa) Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Sumur tersebut dibor menggunakan Rig APS-752 berkapasitas 550 HP dengan kedalaman akhir RNT DZ-51: 1.145 MMD dan RNT DZ-52: 1.037 MMD.

Selanjutnya, sumur RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33 di Kampung (Desa) Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Sumur RNT DZ-11 dibor menggunakan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP dengan kedalaman akhir 1.132 MMD, sementara dua sumur lainnya sedang dalam proses pengeboran.

Keberhasilan dalam tajak lima sumur baru ini, lanjut dia, turut memberikan kontribusi dalam mempertahankan produksi di PEP Rantau Field. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi serta mendalami potensi cadangan migas di Aceh Tamiang.

Menurutnya, Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1), senantiasa berpegang teguh pada prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis perusahaan.

Ia juga memastikan seluruh pekerja di atas rig sudah mengikuti pelatihan wajib Health, Safety, Security and Environment (HSSE), termasuk Basic HSSE Training, Corporate Life Saving Rules (CLSR), dan Pertamina Well Control (PETROL), serta sertifikasi keahlian dalam pekerjaan pengeboran.

"Kolaborasi bersama pihak kontraktor penyedia jasa rig serta dukungan penuh yang diberikan oleh SKK Migas menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan energi nasional," katanya.

Lebih lanjut ia bilang, sebelum melakukan tajak lima sumur baru, Pertamina EP Rantau Field melakukan pemulihan pascabanjir yang menerjang wilayah kerjanya secara bertahap. Ada empat fase pemulihan yang diterapkan, yakni fase emergency, fase reactivation, fase recovery, dan fase sustainability. Fase-fase ini mencakup penanganan keselamatan, perbaikan fasilitas, hingga penguatan sistem operasional jangka panjang.

"Tahap awal fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, kesehatan, dan listrik. Setelah kondisi sudah membaik, tim kemudian bergerak mengaktifkan fasilitas dan sumur-sumur produksi," ujarnya.

Berinovasi di Tengah Bencana

Tomi menceritakan, tim Pertamina EP Rantau Field melakukan berbagai cara untuk pulih lebih cepat dari bencana banjir. Salah satunya menghidupkan kembali pembangkit listrik yang menjadi "jantung PEP Rantau Field".

Baginya, menghidupkan kembali listrik menjadi bagian penting untuk menggerakkan kembali fasilitas umum dan peralatan produksi. Ketika listrik mati, air bersih ikut hilang karena instalasi pengolahan air (WTP/water treatment plant) juga terendam dan pompa tidak bisa bekerja. Begitu juga produksi minyak terhenti total.

"Pembangkit listrik di sini menggunakan gas dari sumur yang telah direaktivasi. Akibat banjir HPCS yang kami miliki mengalami kerusakan berat. Maka kami melakukan berbagai inovasi untuk bisa kembali menghidupkan listrik," katanya.

Setelah melakukan analisis yang matang, mereka memutuskan tidak mengaktifkan kembali HPCS (High Pressure Compressor Station) yang sebelumnya merupakan stasiun kompresor gas sebagai sumber tunggal pasokan gas untuk pembangkit listrik. Akan tetapi, dengan semangat inovasi mencari penggantinya, mereka menemukan bahwa SP-5 dengan sedikit modifikasi ternyata mampu mengambil alih fungsi HPCS untuk menghidupkan listrik.

Keterangan gambar: Pekerja Pertamina EP Rantau Field sedang melakukan pengecekan fasilitas produksi. PT Pertamina EP Rantau Field mencatat empat bulan pascabanjir produksi minyak sudah kembali ke performa awal. Bahkan, sudah melakukan tajak (well spud) lima sumur baru di wilayah kerjanya. (foto:dokumenPertamina EP Rantau/Mistar)

Saat ini, HPCS belum aktif. Pasokan gas datang dari SP-5 dan SP-1 sekaligus.

"Setiap ujian tentunya ada hikmah. Salah satu hikmahnya adalah kami melakukan simplifikasi di beberapa fasilitas. Ketika listrik sudah teratasi, perlahan produksi yang sebelumnya nol barel mulai bergerak naik," ujarnya.

Selain itu, pada Mei dan Agustus 2026, produksi menyentuh angka 2.000 barel per hari. Artinya, lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum banjir. Saat ini produksi minyak PEP Rantau Field stabil di angka 1.700 barel per hari.

Ia menuturkan, tidak sedikit pihak berpendapat pemulihan pascabencana banjir ini tergolong cepat, hanya membutuhkan waktu empat bulan. Padahal, mereka memperkirakan dibutuhkan waktu satu hingga tiga tahun untuk pulih.

"Pulih lebih cepat ini bisa terwujud karena ada bantuan personel dari berbagai wilayah operasi Pertamina. Seperti Pangkalan Susu, Jambi, Lirik, Ramba, dan sejumlah lapangan lainnya ikut terlibat aktif dalam pemulihan fasilitas Rantau Field. Pertamina ini satu keluarga, jika satu tertimpa musibah yang lain datang membantu," katanya.

Atas keberhasilan itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan penghargaan terhadap Pertamina EP Rantau Field pada Rabu, 8 April 2026. Penghargaan ini sebagai apresiasi atas kinerja percepatan pemulihan produksi pascabanjir besar Aceh Tamiang akhir November 2025.

Diketahui sebelumnya, banjir besar pada akhir tahun lalu dengan ketinggian berkisar 4–4,5 meter dan endapan lumpur 30–80 sentimeter berdampak terhadap fasilitas produksi, perkantoran, dan permukiman pekerja.

Sementara itu, Direktur Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Muhammad Arifin, menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas yang memberikan penghargaan atas dedikasi dan keteguhan pekerja dan mitra kerja saat menghadapi bencana banjir.

"Penghargaan kepada Pertamina EP Rantau Field sangat berarti dan positif untuk memberikan motivasi agar kinerja para perwira bisa meningkat, terlebih setelah adanya bencana kemarin. Penghargaan ini melahirkan komitmen baru dalam proses peningkatan produksi sesuai dengan visi dan misi Pertamina yakni swasembada energi," ucapnya.

Tentang Pertamina EP Field Rantau

PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumut. Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Area operasional PEP Rantau tersebar di dua kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan puluhan desa.

PEP Rantau menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola kelembagaan guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN