Stasiun Padang Halaban Layani 11.365 Pelanggan hingga Juli 2026

Stasiun Padang Halaban di Desa Perkebunan Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). (Foto:dokumen PT KAI Divre I Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (31/8/2026) — Stasiun Padang Halaban yang memasuki sembilan dekade dan berlokasi di Desa Perkebunan Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), berhasil melayani 11.365 pelanggan periode Januari hingga Juli 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya 9.450 pelanggan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan stasiun yang resmi beroperasi pada 1937 ini memiliki nilai historis yang panjang.
"Stasiun ini melayani angkutan crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) melalui jalur simpang yang terhubung menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SMART," katanya, Senin (31/8/2026).
Meski layanan angkutan logistik terakhir kali tercatat aktif pada tahun 2025, KAI Divre I Sumut tetap memproyeksikan potensi besar untuk mengaktifkan kembali layanan angkutan barang di masa depan.
Stasiun Padang Halaban saat ini telah berubah menjadi pilihan warga untuk melakukan kegiatan hariannya. Saat ini, terdapat enam jadwal perjalanan KA Sribilah Utama yang setiap hari melayani aktivitas naik-turun penumpang, menghubungkan kawasan Labura dengan pusat-pusat ekonomi utama seperti Rantauprapat, Kisaran, Tebing Tinggi, hingga Kota Medan.
"Selain menjadi sarana transportasi, Stasiun Padang Halaban membuka potensi wisata alam di wilayah Labuhanbatu Utara. Salah satunya jalur simpang menuju PKS PT SMART atau populer dengan sebutan Lorong Negeri atau Padang Halaban View yang menyuguhkan pesona jalur rel kereta api yang terdapat barisan rimbun pepohonan tua hingga menyerupai terowongan hijau yang eksotis," ujarnya.
Anwar menegaskan, transformasi Stasiun Padang Halaban dari pengangkut hasil bumi menjadi tulang punggung daya tarik wisata.
"KAI Divre I Sumut berkomitmen terus mengoptimalkan peran strategis perkeretaapian demi mendukung pemerataan konektivitas sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Sumut," tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Wakil Bupati Toba Akui Serapan Anggaran Belum Sesuai Harapan























