Soroti Silent Killer, DPW Tebing Tinggi Diajak untuk Terapkan Pola Hidup Cerdik

Momen foto bersama Ketua DWP Kota Tebing Tinggi, Afrida Erwin Suheri Damanik dan dr. Aida F. Simarmata. (Foto: Istimewa/Mistar)
Tebing Tinggi, MISTAR.ID
Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tebing Tinggi diajak menerapkan pola hidup CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) untuk mencegah hepertensi atau sering disebut silent killer.
Hal ini, disampaikan dr. Aida F. Simarmata saat menjadi narasumber di sela-sela kegiatan DWP Kota Tebing Tinggi ketika menggelar pertemuan rutin bulanan di Gedung Hj. Sawiyah, Rabu (21/1/2026).
"Penting sekali bagi kita semua untuk lebih sadar akan gaya hidup yang kita jalani. Mulai dari mengurangi konsumsi garam, memperbanyak aktivitas fisik, hingga rutin memeriksakan tekanan darah,” ucap Aida.
Dijelaskannya, Secara teknis bahwa hipertensi terjadi saat tekanan darah mencapai angka ≥140 mmHg (sistolik) dan ≥90 mmHg (diastolik). Ia menekankan mengapa penyakit ini dijuluki sebagai 'silent killer' atau pembunuh senyap.
"Hipertensi itu disebut sebagai silent killer karena sering kali muncul tanpa gejala atau keluhan yang terasa oleh penderita, namun dampaknya bisa sangat fatal jika tidak ditangani sejak dini," tutur Aida.
Lebih lanjut, ia memaparkan faktor risiko yang memicu kondisi ini, di antaranya pola makan tinggi garam dan lemak, gaya hidup sedentari (kurang aktivitas fisik), serta stres yang tidak terkelola dengan baik.
Dukungan keluarga dinilai menjadi kunci sukses bagi penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan secara rutin.
"Dukungan dari keluarga bisa menjadi motivasi besar untuk menjalankan pola hidup sehat dan mengikuti pengobatan yang direkomendasikan tenaga medis,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DWP Kota Tebing Tinggi, Afrida Erwin Suheri Damanik, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, pemahaman mengenai penyakit merupakan bekal penting bagi seorang ibu dalam mengatur pola hidup anggota keluarganya.
"Kami berharap edukasi seperti ini dapat menjadi bekal bagi para ibu untuk menjaga kesehatan keluarga. Perempuan punya peran besar dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di rumah,” ujar Afrida.
Acara diwarnai dengan momen penuh kekeluargaan melalui penyerahan cinderamata kepada anggota yang memasuki masa purna bakti. Selain itu, diberikan pula santunan duka cita kepada keluarga anggota yang sedang berduka.
Afrida menyebutkan bahwa hal ini merupakan bentuk nyata solidaritas. "Bentuk nyata solidaritas dan apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan selama ini," katanya. (hm25)






















