Solusi Atasi Banjir Tanjung Pura: Perbaikan Tanggul Jebol Mendesak Dilakukan

Kondisi tanggul jebol di Tanjung Pura usai diterjang banjir besar. (foto:istimewa/mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Banjir besar yang masih melanda Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, hingga saat ini disebabkan oleh banyaknya titik tanggul jebol di sepanjang aliran Sungai Batang Serangan.
Sejumlah titik kritis seperti Pajak Babi, Jalan Tanjung, Jalan Udang, dan Kampung Pagar dilaporkan mengalami kerusakan parah, sehingga air sungai terus mengalir masuk ke kawasan pemukiman.
Hal itu disampaikan oleh akun Imamfauzi Imam melalui unggahannya di media sosial Facebook, Rabu (3/12/2025) siang. Dalam postingan tersebut, ia menyampaikan perlunya evaluasi dan langkah strategis guna mengantisipasi banjir agar tidak kembali terjadi.
Meskipun debit Sungai Batang Serangan mulai surut sejak puncak banjir pada Jumat lalu, namun ketinggian air di kawasan Tanjung Pura masih bertahan. Kondisi ini dipicu oleh bocornya tanggul di beberapa lokasi serta kerusakan pintu air.
Selain itu, pasca banjir besar, sejumlah parit dan saluran pembuangan menuju waduk terpantau mengalami penyumbatan akibat lumpur dan sampah. Waduk yang semakin dangkal turut memperlambat proses pembuangan air, sehingga genangan tidak cepat surut.
Untuk mengatasi kebocoran tanggul, upaya darurat yang dinilai paling memungkinkan saat ini adalah menutup titik-titik jebol menggunakan goni berisi tanah dan pasir, disertai pemasangan bambu atau tepas sebagai penahan agar goni tidak hanyut terbawa arus.
Langkah tersebut membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar, terutama bambu, tepas, dan goni. Karena itu, masyarakat berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai elemen, baik pemerintah maupun pihak swasta.
Masyarakat dan relawan Tanjung Pura berharap pemerintah pusat hingga daerah segera turun tangan dalam menyediakan bantuan material dan tenaga. Warga berharap dukungan dari pemerintah pusat serta para donatur untuk membantu korban banjir di Tanjung Pura.
“Upaya ini penting untuk mempercepat proses perbaikan tanggul agar banjir tidak terus meluas dan masyarakat dapat segera kembali ke aktivitas normal,” ujarnya.
Apabila logistik terpenuhi, masyarakat siap menggelar gotong royong massal untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Perbaikan cepat dinilai dapat menahan air sungai dan mempercepat surutnya genangan di permukiman warga. (hm16)


















