Sebabkan Diare Massal, Operasional Dapur MBG Buntu Pane Dihentikan Sementara

Tim Dinkes Asahan saat meninjau salah satu SPPG di Kecamatan Buntu Pane. (Foto: Istimewa/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan memastikan telah mengambil langkah cepat menyikapi dugaan kasus keracunan makanan yang diduga terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentra Penyediaan dan Pengolahan Gizi (SPPG) Buntu Pane.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Hari Sapna, MKM melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Fahrizal Pohan, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (17/6/2026), membenarkan adanya laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat program tersebut.
Menindaklanjuti laporan yang masuk, Dinas Kesehatan langsung menurunkan tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi ke lokasi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Prapat Janji, Kecamatan Buntu Pane.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan melakukan pemantauan, pembinaan, dan pengawasan terhadap seluruh penyelenggara layanan makanan guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat,” ujar Fahrizal.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sebanyak enam orang penerima manfaat Program MBG mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh SPPG Buntu Pane. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Selain melakukan penelusuran terhadap kondisi para penerima manfaat, tim kesehatan juga memeriksa proses pengolahan makanan, sanitasi lingkungan, serta kelayakan fasilitas dapur yang digunakan.
Hasil investigasi menunjukkan SPPG Buntu Pane belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan, hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan yang dilakukan sebelumnya baru mencapai nilai 50 persen dan belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Dinas Kesehatan juga menemukan bahwa sejumlah rekomendasi perbaikan yang telah diberikan sebelumnya belum dilaksanakan secara optimal oleh pengelola,” tambah Sekretaris Dinas Kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan sekaligus perlindungan terhadap masyarakat, operasional SPPG Buntu Pane resmi dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
“Keamanan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama kami. Penghentian operasional ini diperlukan agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh sebelum layanan dibuka kembali,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi makanan yang dikonsumsi. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas kesehatan apabila mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, diare, atau gangguan kesehatan lainnya yang diduga berkaitan dengan makanan.
Menurut Fahrizal Pohan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan dini terhadap potensi kejadian yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan Program MBG di Kabupaten Asahan dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerimanya. (hm25)
BERITA TERPOPULER

Portugal vs RD Kongo: Misi Cristiano Ronaldo Dimulai, Selecao Siap Tebar Ancaman di Piala Dunia 2026


Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah! Prancis Tundukkan Senegal 3-1 dalam Laga Dramatis Piala Dunia 2026





















