Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri 030367 Simungun Belum Rampung, Murid Terpaksa Lepas Sepatu?

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 09.17
journalist-avatar-top
JM
rehabilitasi_ruang_kelas_sd_negeri_030367_simungun_belum_rampung_murid_terpaksa_lepas_sepatu_

Murid melepas sepatu di tengah proyek rehabilitasi ruang kelas sekolah mereka. (foto: manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Proyek rehabilitasi ruang kelas SD Negeri 030367 Simungun, Kecamatan Siempatnempu Hilir (Sinehi), Kabupaten Dairi, senilai Rp470 juta dengan dua paket sumber dana APBD tahun 2025 belum rampung. Pengerjaan masih berlangsung saat Mistar menyambangi sekolah itu, Rabu (21/1/2026), padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah membayar lunas kepada kontraktor.

Kepala SD Negeri 030367, Lentina Siregar, tak banyak bicara saat dikonfirmasi soal itu. Pantauan di lokasi proyek menunjukkan sejumlah ruangan telah dipakai untuk proses belajar mengajar murid dengan kondisi jendela kaca tidak dilengkapi hak angin dan hanya diganjal menggunakan potongan bambu dan kayu.

Pekerjaan pada bagian plafon tidak menyeluruh, sehingga terlihat berbelang. Bahkan, pada sejumlah bagian, plafon lama berbahan triplek yang rusak tidak dilakukan penggantian.

Sejumlah sumber di lokasi kegiatan menyebut, per 31 Desember 2025 atau hingga akhir tahun anggaran, pekerjaan belum rampung. “Dua atau tiga hari ini sepertinya tidak ada yang bekerja, namun hingga hari Sabtu (17/1/2026) kemarin, aktivitas pengerjaan proyek masih berlangsung,” kata sumber yang identitasnya kami rahasiakan.

Ditanya tentang jendela yang tidak dilengkapi hak angin dan hanya diganjal potongan bambu dan kayu, sumber tidak memberikan komentar.

Di tengah proses rehabilitasi yang masih berlangsung, seluruh murid harus melepas sepatu sebelum memasuki ruang kelas. Sepatu-sepatu ditempatkan di depan ruang kelas secara berjejer.

Setela ditelusuri, murid melepas sepatu sebelum masuk kelas bukan karena aturan tindakan kedisiplinan dan sopan santun murid yang menjadi kewajiban aturan sekolah setiap hari.

Namun, karena menjaga kerapian dan kebersihan lantai keramik ruang kelas yang belum selesai dikerjakan pihak pelaksana proyek di sekolah tersebut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN