Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Puluhan Tahun Tak Disentuh Pembangunan, Jalan Rusak Parah di Dairi Diaspal Warga secara Swadaya

Mistar.idKamis, 2 April 2026 pukul 18.35 WIB
puluhan_tahun_tak_disentuh_pembangunan_jalan_rusak_parah_di_dairi_diaspal_warga_secara_swadaya

Sejumlah warga melakukan pengaspalan jalan utama akses keluar masuk Desa Dolok Tolong-Tanjung Beringin Sumbul Kabupaten Dairi. (Foto: istimewa/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Jalan utama akses keluar masuk Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, yang rusak parah diperbaiki warga dengan cara mengaspal lapisan penetrasi (lapen) secara swadaya.

Panitia pelaksana swadaya, Hendra Sihotang mengatakan akibat jalan rusak parah yang dibiarkan hingga tidak tersentuh pembangunan selama puluhan tahun.

"Kami warga sekitar berjumlah 497 Kepala Keluarga(KK) sepakat melakukan musyawarah bersama pemerintah desa untuk mengatasi kondisi jalan rusak parah tersebut karena telah mengancam keselamatan warga terutama para anak sekolah," kata Hendra, Kamis (2/4/2026).

Swadaya tersebut dilakukan dengan beban biaya sebesar minimal Rp30 ribu per kepala keluarga (KK), kemudian bantuan pribadi tanpa batas.

"Makanya ada yang sumbangkan Rp2 juta per KK. Ada sumbangkan material sirtu beberapa dump truk. Ada juga bantuan dari luar desa, termasuk bantuan walas dari Pemkab Dairi. Tetapi kami bukan cari untung disini, itu semua kesepakatan bersama," ujarnya.

Hendra mengakui pekerjaan tersebut sudah berlangsung dua minggu belakangan ini. Menurut Hendra, panjang lapen sekitar 120 meter x 3 meter. Untuk sirtu tambal sulam menutupi jalan berlubang kurang lebih sebanyak 25 dump truk per hari ini.

"Material masih nambah nanti, di luar material aspal ya," tuturnya.

Dikatakan Hendra, dana swadaya hingga saat ini sudah terkumpul kurang lebih Rp40 juta. Peruntukan dana terkumpul, lanjutnya, khusus perbaikan jalan utama keluar masuk Desa Dolok Tolong-Tanjung Beringin.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Dolok Tolong, Hebron Pintubatu mengaku jalan yang diperbaiki secara swadaya itu merupakan jalan Kabupaten Dairi dan bukan jalan Desa. Perbaikan dilakukan atas inisiatif seluruh warga.

"Sebab, jalan tersebut sudah mengancam keselamatan, terutama para anak sekolah yang diantar jemput kurang lebih 5 mobil bus sekolah dari desa itu setiap hari ke Kecamatan. Di jalan tersebut khawatir terjadi apa-apa, maka kita sepakat memperbaiki jalan tersebut secara swadaya mengingat alasan anggaran pemerintah tidak ada," kata Hebron.

Perbaikan jalan itu juga diakui demi melancarkan mobilitas angkutan hasil pertanian dari daerah tersebut yang selama ini terjadi pengurangan harga.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN