Friday, October 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

Proyek Pagar UPTD Benih Padi Deli Serdang Disorot, Pondasi Lama Belum Dibongkar

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 07.51 WIB
proyek_pagar_uptd_benih_padi_deli_serdang_disorot_pondasi_lama_belum_dibongkar

Pondasi bangunan lama yang dijadikan pondasi pagar baru. (Foto: Sembiring/MISTAR.ID)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID (9/10/2026) – Rekanan pelaksana pembangunan pagar tembok di UPTD Benih Induk Padi, Desa Perdamean, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mengaku akan membongkar pondasi bangunan lama yang saat ini digunakan sebagai pondasi pagar tembok baru.

Hal tersebut disampaikan rekanan berinisial AS, warga Medan, melalui sambungan telepon, Jumat (9/10/2026).

“Saya sudah perintahkan untuk membongkar pondasi bangunan lama itu. Itu pekerjaan dengan pagu anggaran seratus jutaan,” kata AS, yang disebut pernah bertugas di salah satu dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

AS juga mengaku bahwa pelaksana pekerjaan tersebut merupakan anggota keluarganya.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar UPTD Benih Induk Padi Tanjung Morawa mengaku tidak yakin pondasi lama tersebut akan dibongkar. Pasalnya, batas waktu penyelesaian pekerjaan sudah semakin dekat.

“Pemborongnya memang selalu bilang mau membongkar pondasi lama, tetapi sampai sekarang belum juga dilakukan. Hingga Selasa kemarin, pondasi lama belum dibongkar dan pekerjaan pagar tembok tetap dilanjutkan di atas pondasi tersebut,” ungkap Riswandif Tarigan, warga sekitar.

“Kabarnya, bulan ini pekerjaan itu harus selesai,” tambah Riswandif.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan pagar tembok sepanjang 70 meter dengan tinggi 1,5 meter tersebut tidak dilengkapi papan informasi proyek. Akibatnya, warga tidak mengetahui sumber dana maupun besaran anggaran pembangunan.

Selain itu, pondasi pagar tembok baru diketahui menggunakan pondasi pagar lama yang telah tumbang.

Pada bagian sloof, yakni balok beton bertulang horizontal yang berfungsi mengikat struktur bawah bangunan dan menjadi dudukan tembok, ditemukan sejumlah batu koral di antara rangkaian besi beton. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena material yang digunakan dinilai tidak sesuai dengan yang semestinya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN