Friday, October 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

Sergai Catat Produksi Padi Tertinggi di Sumut Selama Dua Tahun Berturut-turut

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.48 WIB
sergai_catat_produksi_padi_tertinggi_di_sumut_selama_dua_tahun_berturutturut

Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedy Iskandar saat memberikan penjelasan. (foto:Damanik/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID (9/10/2026) – Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Serdang Bedagai (Sergai), Dedy Iskandar, menyatakan bahwa Kabupaten Serdang Bedagai berhasil mencapai produksi padi tertinggi di Sumatera Utara selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan produksi padi Kabupaten Sergai berada di posisi pertama di Provinsi Sumatera Utara, dengan luas lahan 28.016 hektare (ha), luas panen 51.118 hektare, produksi padi 333.129 ton gabah kering giling (GKG), produktivitas 6,52 ton per hektare, serta produksi beras 191.088 ton dengan indeks pertanaman (IP) 1,82,” terang Dedy Iskandar, Jumat (9/10/2026).

Dijelaskannya lebih lanjut, pada 2025, Sergai kembali menempati urutan pertama produksi padi di Sumatera Utara dengan capaian luas lahan 29.666 hektare, luas panen 55.196 hektare, produksi padi 356.508 ton GKG, produktivitas 6,46 ton per hektare, dan IP 1,86.

“Guna mendukung peningkatan produksi padi di Sergai pada 2025, Dinas Pertanian telah menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari APBD maupun APBN, di antaranya traktor roda dua (TR2) sebanyak 29 unit, traktor roda empat (TR4) sebanyak 20 unit, combine harvester besar (CHB) sebanyak 13 unit, serta pompa sebanyak 47 unit kepada kelompok tani di Sergai,” tandasnya.

Selanjutnya, katanya, bantuan benih padi kepada petani mencapai 153,975 ton, serta bantuan benih jagung sebanyak 42,785 ton.

“Peningkatan produksi padi di Tanah Bertuah Negeri Beradat hingga meraih produksi tertinggi di Sumatera Utara tidak terlepas dari komitmen Bupati Sergai, Darma Wijaya, dan Wakil Bupati Sergai, Adlin Tambunan, terhadap program cetak sawah mandiri yang terus berkelanjutan, serta dukungan seluruh petani di Sergai dan berbagai pihak,” katanya.

Dedy merincikan, program cetak sawah mandiri dari 2016 hingga 2025 mencakup luas satu hektare pada 2016, 50 hektare pada 2017, 11 hektare pada 2018, 75 hektare pada 2019, 231 hektare pada 2020, dan 111 hektare pada 2021.

Pada 2022, luas cetak sawah mencapai 234,8 hektare. Pada 2023, cetak sawah baru seluas 103 hektare, pada 2024 seluas 104 hektare, serta pada 2025 hingga September seluas 62,94 hektare. Dengan demikian, total luas hasil cetak sawah mandiri mencapai 983,75 hektare, dengan total luas areal persawahan di Kabupaten Sergai hampir 30.000 hektare.

Selain itu, melalui program cetak sawah rakyat yang mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian, pada 2026 direncanakan pembukaan lahan seluas 262 hektare.

“Saat ini, sudah terealisasi seluas 122 hektare. Dalam hal ini, Pemkab Sergai bertindak sebagai penerima manfaat, sedangkan kegiatan dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian (BBILP) Provinsi Sumatera Utara,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sergai, Sri Rahmayani, mengatakan bahwa sebagai bentuk kepedulian terhadap petani padi, Bupati dan Wakil Bupati Sergai membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani yang memiliki areal sawah seluas tujuh rante (2.800 meter persegi) atau kurang, dengan perhitungan per petani berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Pembebasan PBB areal persawahan berlaku untuk sawah milik petani dengan luas tujuh rante (2.800 meter persegi) atau kurang, dengan perhitungan satu NIK untuk setiap petani,” ungkapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN