Pekerja Proyek Puskesmas di Toba Abaikan APD, Risiko Kecelakaan Mengintai

Pekerja proyek rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Lumbanlobu tidak menggunakan K3. (foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID - Pekerja proyek rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Lumbanlobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba, mengabaikan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.
Pantauan wartawan Mistar, pekerja pada proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 itu tidak memakai sepatu pelindung dan helm keselamatan saat bekerja.
Proyek rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Lumbanlobu tersebut memiliki pagu anggaran Rp387 juta lebih.
Rekanan proyek, Saba Butar-butar, mengatakan pihaknya telah menyarankan pekerja mengenakan sepatu bot untuk menghindari risiko tertusuk paku yang berserakan di lokasi proyek. Pekerja juga diminta mengenakan helm untuk menghindari benturan di kepala apabila terdapat benda seperti besi dan batu yang jatuh.
"Sudah kita sarankan agar mengenakan sepatu bot agar terhindar dari tusukan paku yang berserakan dan mengenakan helm untuk menghindari benturan di kepala apabila ada benda besi dan batu yang jatuh," kata Saba, Jumat (2/10/2026).
Menurut Saba, pekerja kerap melepas perlengkapan keselamatan tersebut ketika dirinya meninggalkan lokasi proyek. Para pekerja beralasan penggunaan K3 membuat mereka tidak nyaman saat bekerja.
"Tetapi pekerja selalu mengabaikan. Terlebih saat kita meninggalkan lokasi proyek, mereka langsung melepas. Menurut mereka menggunakan K3 tidak merasa nyaman bekerja. Namun akan kita tekankan agar selalu menerapkannya. Jika tidak, akan kita sanksi," ujarnya.
Senada, salah seorang pekerja, Roni, mengakui pengawas telah mengingatkan dan menyarankan pekerja agar selalu menggunakan K3, termasuk ketika tidak sedang diawasi.
"Memang jika kita mematuhinya, akan kecil terdampak kecelakaan, seperti tertusuk paku saat bekerja. Tetapi karena sudah terbiasa tanpa K3, jika kita gunakan terasa janggal dan tidak lincah bekerja. Namun akan kita kenakan sebab telah ditegur oleh kontraktor," ujarnya. (*)
















































