Polres Asahan dan Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman, Isu Kelangkaan Tak Terbukti

Petugas Polres Asahan melakukan pemantauan ketersediaan stok LPG 3 kilogram di salah satu SPBE di Kabupaten Asahan. (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Polres Asahan bersama Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan gas LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Asahan dalam kondisi aman. Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan inspeksi langsung ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kecamatan Teluk Dalam, Jumat (5/6/2026).
Pengecekan dilakukan sebagai respons atas informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan kelangkaan LPG subsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Asahan.
Dari hasil inspeksi, petugas tidak menemukan kendala distribusi maupun pengurangan pasokan yang berpotensi menyebabkan kelangkaan gas bersubsidi tersebut. Stok LPG 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro dipastikan masih mencukupi.
Kanit Ekonomi Satreskrim Polres Asahan, IPDA Asido Nababan, mengatakan distribusi LPG 3 kilogram dari SPBE ke agen hingga pangkalan resmi masih berjalan normal.
"Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Hasilnya, stok LPG 3 kilogram masih aman dan distribusi berjalan seperti biasa," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik ataupun melakukan pembelian berlebihan karena pasokan LPG subsidi masih tersedia sesuai kebutuhan.
Menurut Asido, pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kilogram akan terus dilakukan guna memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
"LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro. Jika ditemukan adanya penyalahgunaan atau penyelewengan distribusi, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga wilayah Asahan, Randika, menegaskan pasokan LPG subsidi di Kabupaten Asahan masih dalam kondisi stabil dan terkendali.
Ia menjelaskan, SPBE Teluk Dalam secara rutin menerima pasokan LPG yang kemudian didistribusikan ke agen dan pangkalan di seluruh wilayah Kabupaten Asahan.
"Pada hari ini pasokan yang masuk mencapai sekitar 57 ton dan seluruhnya akan didistribusikan kepada agen untuk selanjutnya disalurkan ke pangkalan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok tersedia dan dalam kondisi aman," kata Randika.
Menurutnya, rata-rata pasokan LPG yang diterima SPBE Teluk Dalam setiap hari berkisar antara 48 hingga 57 ton. Distribusi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan LPG subsidi bagi masyarakat.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi sehingga memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah.
Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di Kabupaten Asahan berada di kisaran Rp18.000 per tabung. Di beberapa wilayah, harga bahkan masih ditemukan pada kisaran Rp17.000 hingga Rp17.500 per tabung.
Dengan hasil pengecekan tersebut, Polres Asahan dan Pertamina menegaskan bahwa isu kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat beredar tidak terbukti. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena pasokan gas subsidi di Kabupaten Asahan masih aman dan terus disalurkan setiap hari.
BERITA TERPOPULER























