Pemkab Dairi Dukung Program PLTSa Bobby Nasution, Kajian Pengolahan Sampah Terus Dimatangkan

Dump truk sampah parkir di kantor DLH Dairi. (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menyatakan dukungan penuh terhadap program Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dairi, Oloan Hasugian, ketika dikonfirmasi Mistar, Senin (24/11/2025).
Oloan menjelaskan bahwa sinkronisasi dengan program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dicanangkan Gubernur Sumut tentu menjadi perhatian Pemkab Dairi.
“Pemanfaatan sampah menjadi listrik (PSEL) adalah bagian dari penanganan sampah agar menjadi hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan PLTSa di Sumut saat ini direncanakan di Medan melalui sinergi Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang, dan Pemko Binjai. Untuk Kabupaten Dairi, rencana PSEL akan menjadi perhatian khusus, namun tetap memerlukan perencanaan yang matang.
Menurut Oloan, berbagai pertimbangan diperlukan, mulai dari potensi sampah yang tersedia hingga potensi energi listrik yang dapat dihasilkan.
“Apabila layak secara bisnis, apakah nanti Pemkab membangun PLTSa sendiri, menggandeng pihak ketiga atau swasta, perusahaan daerah, atau kerja sama beberapa pihak,” jelasnya.
Sementara untuk penanganan sampah saat ini, Pemkab Dairi melalui DLH mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada, seperti mobil dump truck dan betor beserta operator di lapangan. Optimalisasi juga dilakukan dengan memastikan ketepatan waktu layanan pengumpulan sampah.
Untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mengingat kapasitas yang terbatas, Pemkab sedang menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk penanganan dan pengolahan sampah agar memiliki nilai tambah yang diharapkan dapat menjadi sumber PAD.
Terkait bangunan Instalasi Pengolahan Limbah (IPL) di TPA dengan anggaran lebih dari Rp18 miliar, yang dibangun tahun 2021 oleh BPPW Sumut, Oloan menyebut Pemkab sedang merencanakan pengoperasiannya mulai dari pengolahan sampah organik.
Namun, terdapat kendala berupa akses jalan menuju TPA yang hanya selebar tiga meter dan kondisi medan yang curam. Hal ini memerlukan kajian operasional termasuk pertimbangan anggaran.
Ia membenarkan bahwa opsi kerja sama dengan pihak ketiga juga sedang dijajaki untuk mengurangi beban APBD yang saat ini sangat terbatas.
Pantauan Mistar di kantor DLH Dairi menunjukkan sejumlah dump truck dan alat angkut lainnya terparkir dan ditandai. Sebelumnya diberitakan, sekitar 60 Tenaga Harian Lepas (THL) kebersihan Dinas LH telah dirumahkan.
PREVIOUS ARTICLE
Kapal Tanker Terdampar di Pantai Labu Akibat Badai Selat Malaka























