Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pelantikan 75 Pejabat Pemkab Samosir Digelar Malam Hari, Tuai Kritik Publik

Mistar.idSabtu, 10 Januari 2026 13.16
AN
PS
pelantikan_75_pejabat_pemkab_samosir_digelar_malam_hari_tuai_kritik_publik

Pelantikan pejabat Pemkab Samosir dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (9/1/2026) malam pukul 20.00 WIB. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah janji 75 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir yang digelar pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, menuai kritik keras dari masyarakat dan perantau asal Samosir.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir tersebut dinilai tidak lazim dan menimbulkan persepsi negatif di ruang publik.

Pelantikan yang dipimpin Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dipersoalkan karena dinilai berpotensi melanggar etika pemerintahan serta asas kepatutan dan kewajaran.

Salah satu tokoh publik di Kabupaten Samosir, Efendy Naibaho, secara terbuka menyayangkan pelantikan malam hari tersebut. Menurutnya, kebijakan itu tidak sejalan dengan etika pemerintahan yang sehat dan berpotensi menimbulkan preseden buruk.

“Saya menyayangkan pelantikan malam hari di lingkungan Pemkab Samosir karena menurut saya tidak sesuai dengan etika pemerintahan bangsa ini,” ujar Efendy Naibaho.

Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara periode 1999-2009 itu meminta agar praktik serupa tidak kembali dilakukan di masa mendatang. Ia menilai pelantikan malam hari dapat memunculkan kesan seolah ada proses yang ditutupi dari publik.

“Sebagai salah satu pemrakarsa terbentuknya kabupaten ini, saya bermohon Pemkab Samosir tidak mengulanginya ke depan. Ini preseden buruk bagi etika pemerintahan, seakan ada yang dikejar atau ditutupi sehingga harus dilakukan malam hari,” tuturnya.

Kritik senada disampaikan perantau asal Kabupaten Samosir, Osner Tamba. Ia menilai pelantikan pejabat pada malam hari bertentangan dengan asas kepatutan dan kewajaran, serta berpotensi menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Karena tidak patut dan tidak wajar, terlihat seperti ada sesuatu yang dikejar dan ditutupi. Ini menimbulkan kesan tidak transparan, apalagi jika pejabat dipanggil mendadak menjelang pelantikan. Seolah susunan pejabat tidak direncanakan matang dan asas the right man on the right place tidak dijalankan,” kata Osner.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, menyatakan pelantikan malam hari tidak melanggar aturan. Ia menegaskan tidak ada regulasi yang secara eksplisit melarang pelantikan pejabat dilakukan pada malam hari.

“Pelantikan malam hari tidak masalah karena satu hari adalah 24 jam. Tidak ada aturan yang mewajibkan pelantikan harus dilakukan siang hari. Yang diatur adalah substansi dan keabsahan, bukan waktu pelaksanaannya,” ujar Immanuel.

Diketahui, sebanyak 75 pejabat yang dilantik terdiri dari empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 38 pejabat administrator, dan 33 pejabat pengawas.

Empat pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut masing-masing Rista Sitanggang sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta Tenaga Kerja; Melva Siboro sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; Tumiur Gultom sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan; serta Rajoki Simarmata sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 01 Tahun 2026 tertanggal 9 Januari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan PNS dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan Pemkab Samosir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menegaskan jabatan merupakan amanah dan kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dedikasi, dan loyalitas.

“Saudara-saudara yang dilantik telah melalui proses dan tahapan panjang serta memperoleh rekomendasi Badan Kepegawaian Negara. Saya yakin saudara adalah orang-orang terbaik untuk mewujudkan visi Samosir Unggul, Inklusif, dan Berkelanjutan,” ujarnya. (hm25)