Pasien Kritis Diduga Terlantar di RSUD Sidikalang, Keluarga Marah dan Pertanyakan Pelayanan

Kondisi pasien Rifin Sembiring saat dividiokan keluarga pasien di IGD RSUD Sidikalang. (Foto: Jonni/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Rifin Sembiring (67), seorang pasien kritis, diduga dibiarkan tanpa penanganan selama lebih dari satu jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi. Keluarga pasien mengaku marah karena melihat Rifin tergeletak di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa perhatian medis.
“Kami miris dengan pelayanan RSUD ini. Masa satu jam lebih orang tua kami yang kritis dibiarkan begitu saja dan ditolak. Lalu disuruh kami bawa ke Medan?” ujar Jonni.
Dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp Dairi Kekelengen dan Dairi Tangguh, Jonni juga meluapkan kekesalannya.
“Apakah ini yang disebut Dairi Tangguh? Pasien dibiarkan terlantar di depan IGD tanpa ditangani dokter, satu jam terkapar tak sadarkan diri seperti hewan sekarat. Di mana hati nurani petugas medis RSUD Sidikalang? Apa harus meninggal dulu baru ditangani? Kenapa masyarakat kecil tidak direspons walau sudah kritis? Saya tidak kenal pasien ini, tapi jiwa saya terpanggil membantu. Tolong, di mana hati nurani para pejabat kita?” tulisnya.
Informasi yang diperoleh Mistar dari sumber terpercaya menyebutkan, pasien sebelumnya dilarikan dari Desa Harapan ke Puskesmas Tigalingga dalam kondisi luka serius di wajah dan kepala akibat tertimpa buah durian yang jatuh di ladangnya di Desa Harapan, Kecamatan Tanah Pinem.
Pasien tiba di Puskesmas Tigalingga sekitar pukul 14.15 WIB, kemudian dirujuk pada pukul 15.00 WIB. Rifin tiba di RSUD Sidikalang sekitar pukul 16.10 WIB. Namun, menurut keluarga dan sumber internal, pasien diduga dibiarkan selama kurang lebih satu jam di depan IGD tanpa penanganan dan bahkan ditolak oleh dokter berinisial MS.
Terpisah, Direktur Utama RSUD Sidikalang, dr Mei Sitanggang, saat dikonfirmasi Mistar melalui telepon, memberikan klarifikasi.
“Pasien ditangani di IGD. Namun kondisinya buruk dengan head injury dan GCS 6. Kami menganjurkan rujukan untuk penanganan bedah saraf dan pemeriksaan CT Scan,” ujar Mei.
Ia juga menyebutkan bahwa pasien diduga mengalami retak tulang pada bagian wajah dan kepala.






















