Menteri PU Targetkan Pemulihan Banjir Tiga Provinsi Rampung 2029, Tukka Jadi Prioritas

Menteri PU Dody Hanggodo bersama Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu saat meninjau wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. (foto:feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pemulihan wilayah terdampak bencana di tiga provinsi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dapat diselesaikan pada 2029 mendatang.
Hal itu disampaikannya usai pemaparan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Feriyanto Pawenrusi saat meninjau wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (26/2/2026).
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Dody menegaskan, Kementerian PU akan mengerjakan normalisasi sungai dimulai dari hulu di semua sungai besar yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Kalau hitungan kami di tiga provinsi kira-kira bisa 4 tahun. Tapi khusus Kecamatan Tukka, Tapteng, terutama yang di sini, saya minta 2026 selesai," ujarnya.
Dody mengatakan Kementerian PU akan mempercepat pembangunan sabo dam di Kecamatan Tukka untuk meminimalisasi banjir dari Sungai Aek Sigalagala dan Aek Harsa yang ada di wilayah tersebut.
"Supaya masyarakat yang di sini paling tidak yang ada di kanan-kiri ini enggak kebanjiran lagi, kira-kira begitu. Itu yang tugas utama," katanya.
Menurut Dody, kendati mengutamakan perbaikan di Kecamatan Tukka sebagai wilayah yang terparah, namun untuk penanganan di kecamatan lainnya yang ada di Tapteng tetap dikerjakan.
"Jadi tim memang terbagi, yang utama memang di sini (Tukka), karena kan begitu hujan sedikit langsung banjir. Tapi di tempat lain kita kerja di beberapa sungai lain. Cuma fokus utama untuk Sumatera Utara, Tapteng, terutama di sini, karena di sini hujan sedikit langsung banjir," ucapnya.
Dody menjelaskan, dia sengaja kembali datang ke Tukka lagi untuk kesekian kalinya hanya untuk memastikan arahan terakhir yang disampaikannya serta mengetahui progres yang sudah dikerjakan.
"Sekarang bisa lihat tanggul sudah terbangun dengan rapi, walaupun masih 1 kilometer dari total 9 kilometer yang direncanakan," ujarnya.
Kemudian, lanjut Dody, tanggul sebelah kanan di Sungai Aek Sigalagala juga sudah terbangun. Namun memang itu semua masih darurat, sedangkan di sana lahannya lebih besar.
"Kita bisa bikin tanggul walaupun darurat tapi lebih kuat dibandingkan tanggul awal karena lahannya kan sempit," katanya.
Dody menjelaskan, arahan berikutnya adalah pembangunan dam dipercepat, khususnya di Sungai Aek Sigalagala, karena jika sungai itu banjir atau hujan deras selama 4 sampai 5 jam, diyakininya tidak akan mampu bertahan.
"Maka saya minta pembuatan dam dipercepat. Ini ada dam yang di atas, sambil dam di sini yang kecil ini kita akan tinggikan. Kita bikin namanya off-limit dam, jembatan sekaligus balik dam," ucapnya.
Kemudian, sambung Dody, di sebelah kiri (Sungai Aek Harsa), walaupun terlihat tidak mengkhawatirkan, jika dilihat di lereng-lereng bukit sudah gundul semua.
"Jadi kalau itu ada hujan besar 4 atau 5 jam, itu pasti akan turun sedimen, pasir, jangan-jangan kayu, jangan-jangan batu. Maka di bagian atas juga akan dibangun dam, sehingga nonair seperti batu, sedimen, kayu akan ditampung di dam. Kalau air turun, insyaallah aman," ujarnya.
Menurut Dody, untuk pelebaran dan kedalaman tanggul, Kementerian PU telah merancang desain untuk bisa menampung debit air dari hulu.
"Desainnya 50 meter lebar dan kedalaman 3 meter. Kira-kira itu mampu untuk menampung debit air dari hulu dan ada dam di atas untuk airnya turun ke bawah," tutur Dody. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















