Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: Tapteng Banjir Lagi, Ratusan Kubik Kayu Perparah Derita Warga Tukka

Mistar.idSenin, 16 Februari 2026 18.05
WA
FM
newsroom_tapteng_banjir_lagi_ratusan_kubik_kayu_perparah_derita_warga_tukka

Newsroom: Tapteng Banjir Lagi, Ratusan Kubik Kayu Perparah Derita Warga Tukka

Newsroom: Tapteng Banjir Lagi, Ratusan Kubik Kayu Perparah Derita Warga Tukka

news_banner

Tapanuli Tengah, MISTAR.ID


Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (11/2/2026). Untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir, air bah datang membawa kayu gelondongan dan lumpur tebal, menambah panjang derita warga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sembilan kecamatan terdampak parah, yakni Tukka, Barus, Badiri, Sarudik, Sibabangun, Sitahuis, Pandan, Tapian Nauli, dan Barus Utara.

Di Kecamatan Tukka, tepatnya di Kelurahan Hutanabolon, ratusan kubik kayu gelondongan kembali memenuhi aliran Sungai Aek Sigotom. Sungai yang sebelumnya telah dinormalisasi, kini kembali dangkal akibat material banjir. Jalan-jalan yang sempat kering dan dibersihkan, kembali tertutup lumpur setebal hingga 30 centimeter. Warga harus ekstra hati-hati melintas.

Betty Hutapea, salah seorng warga setempat, mengatakan ketinggian air sempat mencapai lebih dari 1 meter. Sementara perabot rumah tangga yang baru saja dibersihkan, kembali tertimbun lumpur. Bahkan, pintu rumahnya tak bisa dibuka karena tertutup material banjir.

Saat air datang, Betty dan keluarganya dievakuasi petugas Basarnas ke SMA Negeri 1 Tukka. Pagi harinya, ia terpaksa masuk ke rumah melalui jendela untuk membersihkan lumpur yang menutup pintu depan.

Kondisi serupa juga dialami sejumlah rumah ibadah di Hutanabolon. Gereja HKBP, GKPI, dan Mesjid Bonalumban yang sebelumnya telah dibersihkan, kembali dipenuhi lumpur dan kayu.

Pendeta HKBP Hutanabolon, Pdt. Paten Sidabutar, menyebut tiga bangunan di sekitar gereja roboh akibat terjangan banjir. Ia berharap doa dan dukungan untuk warga yang kembali terdampak.

Sementara itu, BPBD Tapanuli Tengah mencatat sejumlah wilayah lain turut terdampak. Di Kecamatan Pandan, listrik sempat dipadamkan untuk mencegah korsleting. Di Sarudik, Sungai Sarudik meluap hingga 4 meter. Di Badiri, warga dievakuasi menggunakan perahu karet karena jalan penghubung Sibolga–Padangsidimpuan tak bisa dilalui.

Satu unit jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio juga hanyut diterjang arus. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem dan segera melakukan evakuasi mandiri jika banjir datang tiba-tiba. (hm21).

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN