Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Manajemen Family Karaoke Pandan Buka Suara soal Operasional Hingga Dini Hari

Mistar.idMinggu, 19 April 2026 08.57
AN
SP
manajemen_family_karaoke_pandan_buka_suara_soal_operasional_hingga_dini_hari

Aktivitas di Family Karaoke Pandan pada Minggu (19/4/2026) dini hari. (Foto: Syaiful/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Pihak manajemen Family Karaoke Pandan akhirnya memberikan tanggapan terkait aktivitas tempat hiburan tersebut yang beroperasi hingga dini hari di Simpang Tukka, Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Manajemen yang diwakili R menilai aktivitas pengunjung di dalam karaoke merupakan bagian dari privasi dan hak masing-masing individu.

“Ini kan privasi orang lain? Mereka punya kesenangan sendiri, dan itu hak mereka,” ujar R saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (19/4/2026) pagi.

R juga menyatakan siap menunjukkan dokumen legalitas usaha yang dimiliki pihaknya. Ia mengaku masih baru di Tapteng dan bersedia menerima arahan terkait kelengkapan administrasi yang diperlukan.

“Saya siap membawa semua dokumen penting dan melihat apa saja yang masih kurang. Sebagai warga negara yang taat aturan, saya masih belajar memahami lingkungan dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, amatan Mistar menemukan Family Karaoke Pandan tetap beroperasi hingga dini hari. Pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, aktivitas di lokasi masih berlangsung, bahkan hingga pukul 02.00 WIB belum menunjukkan tanda-tanda tutup.

Di dalam lokasi, sejumlah wanita terlihat keluar masuk area karaoke, sementara musik DJ dengan volume tinggi terdengar dari lantai dua dan tiga gedung, menyerupai suasana klub malam.

Kondisi ini memunculkan sorotan terkait legalitas usaha, seperti Izin Operasional, Nomor Induk Berusaha (NIB), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), hingga izin lingkungan dan standar keselamatan.

Warga sekitar juga mengeluhkan aktivitas tersebut karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

“Kami meminta pemerintah setempat untuk bertindak tegas dan menertibkan aktivitas yang telah mengganggu kenyamanan kami,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN