14.2 C
New York
Tuesday, May 21, 2024

Distan KPP Dairi Segera Vaksinasi Rabies Massal, Robot Simanullang: Masyarakat Diimbau Melaporkan Anjing Peliharaan ke PPL

Dairi, MISTAR ID

Berawal mulai maraknya kasus manusia digigit anjing, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pertanian (Distan) Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) juga yang membidangi peternakan akan segera menggelar vaksinasi rabies anjing di tempat tertentu Kabupaten Dairi.

Sehubungan akan digelar vaksinasi rabies anjing tersebut, Kadis Pertanian KPP Kabupaten Dairi, Robot Simanullang menghimbau seluruh warga Dairi secara khusus warga yang memiliki peliharaan anjing, agar segera melaporkan anjing peliharaannya kepada Dinas Pertanian melalui para Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) Desa dan Kecamatan.

“Akhir-akhir ini Distan KPP Dairi sudah banyak mendapat informasi dari warga  soal kasus digigit anjing. Jadi sudah mulai marak kasus manusia digigit anjing ini. Pihaknya juga mengaku mendapat info, ada korban digigit anjing hingga mengalami gejala serius sampai dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan,” ujar Robot Simanullang kepada mistar.id lewat telefon selulernya, Minggu(9/7/23).

Untuk itu, Distan Dairi akan segera melakukan pendataan anjing peliharaan sekaligus melakukan vaksinasi rabies anjing.

Baca juga : Honorer Tendik Dairi Datangi Kemenpan RB di Jakarta Sampaikan Aspirasi

“Maraknya kasus rabies umumnya di indonesia membuat beberapa warga  masyarakat di daerah menjadi cemas, tidak terkecuali di Kabupaten Dairi,” sebutnya.

Sebenarnya Dinas Pertanian KPP setiap tahunnya membuat vaksinasi pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera.

Secara  massal di setiap Kecamatan, namun vaksin tersebut juga punya masa aktif yaitu 10 bulan ditambah pertambahan anjing yang cepat karena bisa paling sedikit melahirkan 2 kali setahun.

Untuk itu, Dinas Pertanian KPP imbau masyarakat supaya memvaksin anjing peliharaan secara rutin dan dipelihara dengan baik dengan cara memberi makan teratur.

Baca juga : Pokja Dituding Berasumsi Gugurkan Peserta Tender Proyek Hotmix di Dairi

Robot Simanullang menghimbau kembali kepada masyarakat agar menyuntikkan vaksin terhadap hewan kesayangan seperti anjing, kucing dan kera, karena sangat beresiko yang dapat mengakibatkan kematian pada manusia.

“Anjing peliharaan harus disuntik vaksin rabies sejak umur 2.5 bulan keatas kepada petugas paramedis peternakan,anjing dirantai dan dirawat dengan baik,” jelasnya.

Sementara informasi kasus manusia digigit anjing dihimpun mistar.id yakni seorang warga bernama Yuli Santa Felensya Tampubolon (10) warga Desa Sungai Raya Kecamatan Siempat Nempu Hulu Dairi dilarikan ke RSUP Adam Malik Medan menggunakan mobil Ambulans.

Yakobus Tampubolon, ayah korban yang turut mendampingi putrinya sambil menangis seraya memohon doa restu semua pihak agar nyawa putrinya dapat diselamatkan.

Baca juga : Distan KPP Dairi Akan Mengembalikan Kejayaan Legenda Kopi Robusta Sidikalang

Dia menuturkan korban digigit anjing peliharaannya 1 bulan lalu. Saat itu, anaknya langsung dibawa berobat kampung di desanya bukan ke RSUD.

Karena dikabarkan pengalaman bagi korban digigit, sudah lumayan banyak yang sembuh dari tempat berobat kampung di Desanya.

Kemudian anjing peliharaannya diketahui mati sendiri setelah dikurung selama 1 minggu.
Anaknya Yuli Santa Felensya Tampubolon mengalami gejala mencurigakan, selalu histeris kalau melihat air dan tidak tahan merasakan hembusan angin.

Selain itu juga mengalami haus tetapi tidak bisa minum, kalau minum air teh tenggorokan terasa sakit perih, mata melotot, suka menangis menjerit-jerit hingga dilarikan ke RSUP Adam Malik Medan menggunakan mobil ambulans.

Baca juga : Mantan Kades Sekaligus Mantan Anggota DPRD di Dairi Ditahan Kasus Dugaan Korupsi DD 2019

Di tempat terpisah, baru-baru ini di Perumahan Simbara Permai Desa Kalang Simbara Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi dikabarkan ada 4 orang korban digigit anjing, yang diduga anjing gila. Hingga akhirnya, anjing gila tersebut diburu warga sekitar dan dibunuh.

Namun diakui, keempat orang korban itu langsung dibawa suntik rabies ke RSUD Sidikalang seketika digigit anjing kala itu.

Sehubungan kabar tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dairi, dr Lois Sihombing menghimbau warga bilamana ada korban gigitan anjing peliharaan atau anjing gila, agar segera dilarikan ke Puskesmas terdekat dan RSUD guna segera ditangani medis dan diobservasi.

Baca juga : Honorer Tendik Dairi Datangi Kemenpan RB di Jakarta Sampaikan Aspirasi

“Apalagi gigitan di bagian jari kaki dan tangan tubuh manusia sangat cepat menjangkit rabies. Begitu juga anjing yang menggigit diobservasi dulu, jangan langsung dibunuh, soalnya belum tentu terjangkit rabies, tetapi korban gigitan harus divaksin,” tutur dr Lois.

Apalagi digigit anjing, lanjutnya, bekas gigitan anjing ditekan sampai mengeluarkan darah dan dicuci dengan sabun atau deterjen yang air mengalir.

“Kemudian hewan anjing yang menggigit harus diobservasi 2 minggu, kalau anjing mati sebelum 2 minggu, warga yang digigit harus disuntik rabies oleh Dokter. Hal lain, bila anjing sehat sampai lewat 2 minggu masyarakat yang digigit tidak perlu disuntik rabies,” tandasnya. (manru/hm18)

Related Articles

Latest Articles