19.1 C
New York
Friday, May 24, 2024

Jalan Putus Total di Sarintonu, Pemkab Dairi Diminta Bangun Jembatan Bailey

Dairi, MISTAR.ID

Sebanyak 400 Kepala Keluarga (KK) dan hasil pertanian terisolasi akibat jalan putus total.

Warga dan Pemerintahan Desa (Pemdes) Sarintonu, Kecamatan Tigalingga meminta Pemkab Dairi agar bertindak dengan membuat jembatan bailey.

Ini diutarakan warga melalui Kepala Desa (Kades) Sarintonu, Irwan Tarigan, pada Rabu (24/4/24). Permintaan itu disampaikan seiring hasil pertanian dari desa tersebut tidak bisa keluar karena terisolasi.

Baca juga:Jalan Amblas di Desa Sarintonu, Akses Sementara dengan Jembatan Batang Kelapa

Menurut Irwan, alat berat sudah ada di lokasi, namun tidak ada artinya. Warga dan Pemdes sudah berupaya memperbaiki secara swadaya, namun selalu amblas. Termasuk negosiasi soal pengalihan jalan dari lahan warga juga tidak berhasil.

“Solusinya jalan putus ini harus dibuat jembatan bailey lah. Kami coba batang pohon kelapa tidak juga bisa, karena badan jalan amblas sangat Panjang,” ujar Irwan.

Sebelumnya diberitakan mistar.id, jalan utama keluar masuk Desa Sarintonu ke ibu kota Kecamatan Tigalingga putus total akibat amblas kurang lebih sepanjang 20 meter.

Camat Tigalingga, Marganda Sinaga bersama Irwan saat itu mengaku sedang bernegosiasi dengan warga pemilik lahan sekitar jalan yang amblas untuk dijadikan jalan alternatif sementara, menunggu proses rencana perbaikan yang sedang berjalan dari Pemkab Dairi.

Baca juga: Jalan Utama Sarintonu – Tigalingga Amblas, 400 KK Warga Terisolasi

“Kalau warga tidak memberikan lahannya, solusinya dibuatkan jembatan dari batang kelapa inisiatif pemberian warga dan kerja sama Pemdes. Namun diperkirakan kondisi pondasi badan jalan tidak memadai, karena mengalami retak-retak dan terancam amblas lagi, atau longsor susulan,” kata Marganda dan Irwan kepada mistar.id.

Keduanya pun berharap, warga merelakan lahan dipakai sementara sebagai jalan. “Ini sedang kita negosiasikan dan membujuk warga pemilik lahan demi kepentingan masyarakat banyak,” imbuh mereka.

Usai dilakukan negosiasi terhadap 2 warga pemilik lahan, salah satu di antaranya tidak bersedia merelakan tanahnya dipakai sebagai jalan sementara.

Warga sekitar bersama Pemdes setempat berinisiatif memberikan puluhan batang kelapa ditebang untuk dibuat jembatan, guna membuka kembali akses jalan yang terputus.

Baca juga:Jalan Amblas di Sidamanik Seolah Dibiarkan, Warga Takut Semakin Lebar

Namun, konstruksi tersebut diperkirakan tidak kuat, karena bekas badan jalan amblas diprediksi tidak akan sanggup bertahan lama untuk menopang jembatan.

Diakui Irwan, Pemkab Dairi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah turun ke lokasi, serta melakukan survei rekayasa perbaikan.

“Namun, karena longsor dan badan jalan amblas lumayan panjang, teknis perbaikannya masih sedang diproses,” beber Irwan. (manru/hm16)

Related Articles

Latest Articles