Friday, October 2, 2026
home_banner_first
SUMUT

Disdukcapil Toba Selesaikan 924 Dokumen Kependudukan Lewat Jemput Bola

Mistar.idJumat, 2 Oktober 2026 pukul 18.34 WIB
disdukcapil_toba_selesaikan_924_dokumen_kependudukan_lewat_jemput_bola

Petugas Disdukcapil Toba melakukan pelayanan jemput bola dan warga mengurus dokumen kependudukan. (foto: Dok Disdukcapil Toba/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Toba menyelesaikan 924 dokumen kependudukan melalui program jemput bola selama September 2026.

Kepala Disdukcapil Toba, Hendra Butarbutar, mengatakan program jemput bola dilakukan untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan agar masyarakat lebih mudah mengurus dokumen untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara.

"Selama September 2026, kita sudah melakukan upaya jemput bola di sembilan kecamatan dan berhasil menyelesaikan sebanyak 924 dokumen kependudukan warga," ujar Hendra, Jumat (2/10/2026).

Menurut Hendra, ratusan dokumen yang dilayani melalui program tersebut meliputi perekaman KTP, penerbitan KTP, penerbitan KK, aktivasi IKD, penerbitan SKPWNI, penerbitan akta kelahiran, akta perkawinan dan akta kematian. Seluruh layanan tersebut berhasil diselesaikan di lapangan.

"Namun, di beberapa kecamatan mengalami kendala karena terjadi blank spot sekitar pukul 13.00 dan terpaksa dokumen kependudukan tidak dapat diserahkan di tempat. Dokumen harus dibawa ke kantor Disdukcapil di Balige untuk kemudian diserahkan ketika jadwal ke kecamatan tersebut kembali dilakukan," ujarnya.

Hendra optimistis program jemput bola yang dilakukan secara berkala di seluruh kecamatan di Kabupaten Toba dapat mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan masyarakat.

Menurutnya, kelengkapan dokumen kependudukan dapat membantu masyarakat agar tidak terhalang dalam mengurus berkas lamaran, mendapatkan bantuan maupun memperoleh hak sebagai warga negara.

"Selain itu, melalui program ini masyarakat atau pelajar waktunya tidak tersita untuk mengurus dokumen kependudukan. Demikian juga menghemat ekonomi, karena tidak sedikit kecamatan jarak tempuh ke kantor Disdukcapil cukup jauh dan membutuhkan biaya hingga ratusan ribu dalam sehari," tuturnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN