Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Diamnya Kemenkes soal Kasus Ratna Setia Asih Dinilai Ancaman Dunia Medis

Mistar.idSabtu, 13 Desember 2025 pukul 17.24 WIB
diamnya_kemenkes_soal_kasus_ratna_setia_asih_dinilai_ancaman_dunia_medis

dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K) (foto:berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara (Sumut), dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K), turut menyoroti sikap diam Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas kasus kriminalisasi dr. Ratna Setia Asih, Sp.A.

Menurut Rizky, sikap “diam” atau terkesan “setengah hati” dari Kemenkes dalam kasus Ratna Setia memberikan sinyal bahaya bagi masa depan dunia kedokteran di Indonesia.

“Pertama, dokter dapat dikriminalisasi kapan saja ketika luaran klinis tidak sesuai harapan, meskipun tindakan sudah sesuai standar. Bahkan hanya karena alasan dokter tidak dapat hadir akibat sakit, padahal dokter juga manusia,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (13/12/2025).

Dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan itu menambahkan bahwa hal kedua yang patut dikhawatirkan adalah Majelis Disiplin Profesi (MDP) berpotensi menjadi alat legitimasi pidana, sehingga profesi kedokteran bekerja di bawah ancaman permanen.

“Ketiga, Kemenkes tampak lebih melayani logika penghukuman dibandingkan melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Ia menegaskan kondisi tersebut akan melahirkan praktik kedokteran defensif. Dokter akan cenderung menolak kasus berisiko, menunda keputusan kritis, atau melakukan rujukan berlebihan demi menyelamatkan diri dari ancaman pidana.

Jika kondisi ini terus terjadi, Rizky menilai pasien juga akan menjadi korban sebagai rakyat Indonesia. Menurutnya, ketika seorang dokter spesialis anak dapat ditetapkan sebagai tersangka hanya bermodal rekomendasi MDP tanpa analisis medis forensik yang ketat serta tanpa pemisahan jelas antara risiko medis dan perbuatan kriminal, maka rasa aman dokter di Indonesia akan runtuh. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN